Bab 152: Drama Pembalikan (8)
Wajah Permaisuri berubah drastis, dengan suara bergetar ia berkata, "Kami... Kami..."
Linglong tersenyum dan berkata, "Ada apa? Apakah Permaisuri bahkan tidak dapat berbicara dengan jelas? Barikut ini baru saja mengatakan bahwa rumor tersebut berkaitan dengan Selir An, tetapi sekarang malah mengubah perkataannya dan mengatakan bahwa Sun Bin yang menyebarkannya. Dengan perkataan yang tidak sejalan seperti ini, kelihatannya sepuluh dari sepuluh rumor ini memang disebarkan oleh Permaisuri."
Permaisuri melotot dengan tatapan penuh kebencian kepada Linglong, "Selir Li, berbicara harus disertai bukti, janganlah engkau asal bicara dan memfitnah Kami!"
Linglong tersenyum dan berkata, "Apakah ini fitnah atau bukan, Kaisar yang akan memutuskan. Untuk apa Permaisuri begitu terburu-buru membersihkan diri?"
Melihat situasi telah berbalik sedemikian rupa, Sun Bin tidak memedulikan apa pun lagi. Lebih baik mengorbankan rekan daripada diri sendiri, yang terpenting adalah menyelamatkan nyawanya terlebih dahulu.
Sun Bin berkata dengan suara nyaring, "Kaisar, Ibu Suri, rumor kali ini sungguh disebarkan oleh Permaisuri Permaisuri. Ia mengatakan bahwa masa hukuman kurungan Selir An selama satu tahun akan segera berakhir, dan ia tidak ingin Selir An dibebaskan dan membuatnya merasa terganggu, oleh karena itulah ia memanfaatkan peristiwa kelahiran Selir Minor Mei untuk memperkeruh suasana!"
Permaisuri menjadi sangat murka, "Omong kosong! Kau budak rendahan yang tidak punya akar, lancang sekali berani memfitnah Kami seperti ini! Kami pasti akan mencincangmu berkeping-keping!"
Namun, Sun Bin bersikap seperti anjing gila yang terus menggigitnya, "Itu adalah perkataan Permaisuri sendiri! Selama masalah mengenai anak terkutuk yang dilahirkan oleh Selir Minor Mei disebarkan, hal itu sudah cukup membuat Selir An jatuh dalam masalah besar. Alasan ia melakukan semua ini adalah untuk membalas dendam kepada Selir An yang berulang kali menggunakan kepura-puraan sakit Putri Sulung untuk memanggil Kaisar pergi, sehingga melukai harga diri Permaisuri sebagai pemimpin istana!"
Demi menyelamatkan nyawanya, Sun Bin menjual Permaisuri habis-habisan tanpa sisa.
Wajah tua Ibu Suri dipenuhi oleh amarah yang membara, "Kaisar, inilah istri yang baik dan Permaisuri yang baik bagi pilihanmu! Di permukaan tampak begitu bermartabat dan bijaksana, tetapi di belakang layar ia jauh lebih keji dari siapa pun. Demi memperdaya keponakan kandung Aiia, ia bahkan melakukan begitu banyak perbuatan yang tidak senonoh. Bagaimana kau bisa membuat Aiia menoleransi ini?"
Permaisuri merasa sangat ketakutan, ia buru-buru menatap Kaisar, "Kaisar, Chenqie difitnah! Segala hal ini tidak ada hubungannya dengan Chenqie. Kasim yang tidak berakar inilah yang menjebak Chenqie, Chenqie tidak bersalah."
Wajah Kaisar tampak kelam membiru, sementara di dalam matanya tersirat rasa terkejut dan amarah yang sulit disembunyikan.
Dengan murka ia membentak, "Permaisuri, apa lagi yang ingin kau katakan?"
Permaisuri merasa terkejut sekaligus geram, sekujur tubuhnya gemetar karena marah. Sun Bin, budak rendahan itu, jelas-jelas ia sendiri yang salah bicara, tetapi berani-beraninya ia melemparkan kotoran ke kepala Kami, sungguh membenci!
Dengan perasaan tidak adil yang meluap-luap, ia meratap, "Kaisar, sebagai seorang Permaisuri, bagaimana mungkin Chenqie melakukan perbuatan rendahan seperti ini? Rumor itu jelas-jelas disebarkan oleh Sun Bin. Ia berbalik menyerang dan memfitnah Chenqie, mohon Kaisar memberikan keadilan bagi Chenqie!"
Sun Bin buru-buru bersujud dan berkata, "Kaisar, masalah kelahiran Selir Minor Mei adalah urusan besar yang menyangkut kehormatan keluarga kekaisaran. Hamba hanyalah seorang pelayan rendahan, bagaimana mungkin berani membocorkannya walaupun hanya setengah kata? Apalagi memfitnah Permaisuri! Semua ini sepenuhnya adalah perbuatan Permaisuri. Ketika menyadari perbuatannya terbongkar, demi membersihkan namanya, ia sengaja melimpahkan segalanya kepada hamba dan berniat menjadikan hamba sebagai kambing hitam."
Sambil berpikir sejenak, ia melanjutkan, "Kesalahan yang dilakukan oleh Permaisuri bukan hanya masalah ini saja, tetapi juga pakaian Selir Minor Mei. Apakah Kaisar masih ingat nampan berisi pakaian yang dikirimkan beberapa hari yang lalu? Pakaian itu memang dibuat oleh Selir Minor Mei untuk Pangeran kecil yang telah meninggal di usia muda, tetapi nampan berukir buah delima dan anggur itu adalah barang yang diminta oleh Permaisuri untuk hamba sediakan. Ia mengatakan bahwa buah anggur dan delima adalah pertanda banyak anak dan banyak keberkahan. Jika Kaisar melihatnya, Kaisar pasti akan teringat pada anak Selir Minor Mei tersebut, sehingga dengan begitu dapat memutus sama sekali kasih sayang Kaisar kepada Selir Minor Mei."