Bab Seratus Dua Puluh Tiga: Tali Persahabatan
Seolah menyadari perubahan raut wajah Zhong Shenxiu, Tony baru sadar kalau dirinya tadi sedikit berlebihan.
"Uhuk, uhuk." Setelah terbatuk kecil karena canggung, Tony menatap Klinik Zhongshen tanpa mengubah ekspresi, lalu berkata, "Masih tidak mau masuk? Aku merasa diriku hampir mati sekarang."
Sembari bicara, ia sengaja membungkukkan badannya agar terlihat sangat lemah. Namun, Zhong Shenxiu hanya menatapnya dalam diam. Bahkan Pepper Potts di sampingnya pun tidak bersuara, hanya ikut menatapnya dalam diam pula.
Suasana mendadak menjadi kaku. Tony, yang biasanya gemar melontarkan lelucon garing seperti ini, untuk pertama kalinya merasa bingung mengapa ia melakukan itu.
Akhirnya, Zhong Shenxiu memecah keheningan, "Masuklah, aku ingin melihat apakah lukamu memburuk."
Begitu kata-kata itu terucap, Tony langsung membalas Zhong Shenxiu dengan tatapan penuh terima kasih. Ia memanfaatkan kesempatan itu, berpura-pura perutnya terasa nyeri, menarik napas dingin, dan berkata:
"Aku rasa lukaku benar-benar memburuk, rasanya semakin parah..."
Sambil bicara, ia melirik ke arah Pepper secara sembunyi-sembunyi. Saat melihat sorot khawatir yang samar-samar muncul di alis wanita itu, Tony akhirnya merasa lega di dalam hati, lalu mengikuti langkah Zhong Shenxiu masuk ke dalam klinik.
Karena hari masih pagi, tentu saja tidak ada pasien di Klinik Zhongshen. Lagipula, ia tidak menerima rawat inap.
Tony mengedarkan pandangannya ke sekeliling lalu bertanya, "Ke mana perawat kecil itu?"
"Perawat kecil?"
Pertanyaan itu dijawab oleh Pepper. Sejujurnya, ini adalah kali pertama ia masuk ke dalam Klinik Zhongshen. Saat Tony datang untuk mengambil pecahan peluru waktu itu, Pepper dan Happy menunggu di mobil dan tidak masuk ke dalam.
Setelah melihat-lihat sekarang, kesan yang ia dapatkan dari seluruh Klinik Zhongshen hanyalah dua kata: biasa saja. Dilihat dari fasilitas medisnya, ini hanyalah klinik kecil yang sangat sederhana. Bahwa klinik biasa seperti ini bisa memiliki reputasi yang bahkan lebih mentereng daripada Rumah Sakit Negara Bagian New York, sudah cukup menunjukkan kemampuan Zhong Shenxiu.
Mendengar ada seorang perawat kecil yang bekerja di klinik seperti ini, Pepper seketika menunjukkan ketertarikan yang besar.
Tony pun menyela sebelum Zhong Shenxiu menjawab, membantu menjelaskan pada Pepper:
"Dia perawat berambut merah yang sangat muda, cekatan, dan cantik. Aku benar-benar tidak tahu dari mana Xiu menemukannya. Nanti kau bantu aku mencari beberapa perawat seperti itu juga..."
Saat bicara, ketika Tony melihat raut wajah Pepper yang semakin gelap, ia seketika menghentikan aksi bunuh dirinya.
"Hahaha, bercanda, bercanda. Aku sudah cukup punya asisten sepertimu yang perhatian dan cantik tiada tara, mana mungkin aku ingin mencari yang lain lagi."
Kalimat ini benar-benar menunjukkan hasrat untuk bertahan hidup yang sangat tinggi. Mendengar itu, ekspresi Pepper sedikit melunak, ia membalas Tony dengan tatapan yang kira-kira berarti: "Untung kau tahu diri."
Zhong Shenxiu, yang melihat semua itu, memasang ekspresi yang agak aneh. Kedua orang ini... ada yang tidak beres. Dari serangkaian interaksi mereka, ia mencium aroma cinta yang asam. Harusnya tidak mungkin, bukankah ini terlalu dini? Menurut logika, saat Tony si petualang cinta ini benar-benar mulai serius, seharusnya saat *Iron Man 2*, di mana mereka baru benar-benar mencurahkan isi hati dan menjadi satu-satunya pasangan bagi satu sama lain.
Zhong Shenxiu merasa bingung. Jika menurut garis waktu, ini baru awal dari *Iron Man 1*... kemajuan hubungan mereka berdua benar-benar terlalu cepat.
Namun, yang tidak diketahui Zhong Shenxiu adalah, sebenarnya setelah bertahun-tahun dirawat dengan penuh perhatian oleh Pepper, Tony sudah lama memendam perasaan yang selama ini ia abaikan. Baru setelah di *Iron Man 2* Tony mengalami krisis keracunan paladium dan hampir kembali dari gerbang kematian, ia menjadi lebih menghargai orang-orang di sekitarnya dan memilih untuk jujur pada hatinya sendiri.
Apakah Pepper memiliki perasaan pada Tony? Jawabannya sangat sederhana. Jika tidak ada perasaan, mana mungkin Pepper bersikap begitu baik pada Tony? Perhatiannya yang mendetail dalam kehidupan sehari-hari adalah bukti nyata perasaannya pada Tony.
Dengan kata lain, mereka berdua sebenarnya adalah tipe pasangan yang hanya butuh sebuah pemicu. Kematian Tony di *Iron Man 2* adalah pemicunya, dan kali ini, saat Zhong Shenxiu hampir memukul Tony hingga tewas, itu menjadi pemicu yang lebih kuat lagi. Tony mengalami hidup dan mati terlalu dini, sehingga ia belajar menghargai orang di sekitarnya dan menatap hatinya sendiri lebih awal. Maka, mereka pun bersatu lebih awal.
Semuanya berjalan secara alami. Mungkin inilah yang disebut jodoh tak akan ke mana.
"Ayo, berbaringlah dengan tenang di tempat tidur, aku akan mengobatimu." Zhong Shenxiu menutupi ranjang pasien dengan seprai sekali pakai lalu berkata pada Tony.
Mendengar itu, Tony pun mengakhiri aksi saling menggoda yang tersembunyi itu di bawah tatapan mendesak Pepper. Ia patuh berbaring di tempat tidur sesuai instruksi Zhong Shenxiu. Namun, Tony tidak langsung membuka pakaiannya. Ia menatap Zhong Shenxiu dan berkata, "Xiu, kau berubah."
Hah?
Zhong Shenxiu penuh dengan tanda tanya saat mendengar itu. Apa maksud dari pernyataan khas wanita yang merasa dirugikan ini? Aku hanya mengobatimu dan sekalian melakukan *gacha*, oke!
Harus diakui, Zhong Shenxiu bisa merasakan dengan jelas bahwa Tony yang sedang dimabuk cinta kini telah menyembunyikan kesombongannya yang tajam, malah jadi... lebih menyebalkan.
"Jangan asal bicara," ucap Zhong Shenxiu dengan wajah masam.
Tony tertegun sejenak, lalu menyadari mungkin Zhong Shenxiu salah paham. Ia pun menjelaskan dengan nada yang sedikit geli:
"Maksudku, Xiu, kau berbeda dari sebelumnya. Dulu kau sangat terobsesi dengan uang, sebelum mengobati penyakitku kau selalu menekankan biaya medis berkali-kali. Tapi sekarang berbeda, kau bahkan tidak menyinggung soal uang saat mengobatiku."
Sembari bicara, wajah Tony tiba-tiba menunjukkan ekspresi yang sangat serius:
"Bahkan saat aku terluka parah dan hampir mati waktu itu, kaulah yang menarikku kembali dari gerbang kematian. Setelahnya, kau tidak meminta imbalan apa pun, bahkan tidak menghubungiku sekali pun. Kalau bukan karena Coulson memberitahuku, mungkin sampai sekarang aku belum tahu. Xiu, maafkan aku karena dulu menganggapmu sebagai orang yang hanya mementingkan uang. Aku telah memikirkan selama beberapa hari terakhir ini, bagaimana aku harus membalas budi sebesar ini? Aku memutar otak cukup lama namun tidak menemukan jawabannya. Saat itulah aku sadar, ternyata aku hanyalah orang biasa yang tidak punya apa-apa selain uang. Xiu, izinkan aku mengucapkan terima kasih dengan tulus. Aku, Tony Stark, berhutang budi besar padamu!"
Melihat ekspresi serius Tony, justru Zhong Shenxiu yang merasa bingung. Dia tidak meminta uang hanya karena dia sedang fokus ingin mendapatkan "Jantung Besi", lagipula dia sudah merampok Stark Industries dalam jumlah besar, jadi dananya tidak terlalu ketat lagi. Bagaimana bisa pria ini membayangkan hal sejauh itu...
Namun, karena Tony bilang dia berhutang budi, Zhong Shenxiu tidak akan menyia-nyiakannya. Bagaimanapun, ini adalah hutang budi Tony Stark.
Maka, Zhong Shenxiu berkata:
"Karena kau berhutang budi padaku... berikan saja 10% saham Stark Industries sebagai tanda terima kasih."
Puh... Wajah Tony yang tadinya sangat serius seketika membeku.
Sialan, kembalikan rasa haruku!! teriak Tony dalam hati.