Bab 1: Setan Nekat Melawan Arus
Song Zhu'er mengunggah postingan Weibo itu pada pukul empat lewat tiga setengah sore, dan hanya dalam waktu sepuluh menit langsung menjadi viral.
Tentu saja, ada banyak sekali orang di kolom komentar Weibo Song Zhu'er yang menghujat foto itu serendah, menyebutnya caper, murahan, haus atensi, dan sejenisnya, dan kebanyakan dari mereka adalah perempuan. Sekelompok pejuang yang berjuang demi martabat perempuan, menggunakan kata-kata menghina perempuan untuk menyerang perempuan lain, ini sungguh sangat menjunjung tinggi kebenaran.
Bahkan ada yang menganggap tindakan Song Zhu'er secara terang-terangan memamerkan foto bersama Li Tiezhu sebagai bentuk provokasi terhadap kaum perempuan secara luas, dan bersumpah akan mencaci maki hingga ia didepak dari dunia hiburan.
Heh!
Meremehkan ketebalan muka Song Zhu'er!
Song Zhu'er bahkan tidak melihat kolom komentar, dengan riang gembira ia dan Li Tiezhu naik mobil menuju sebuah warung miian.
"Bukankah tadi bilang mau ke lokasi syuting?"
"Ah! Perjalanan mobil ke kota kecil itu memakan waktu lebih dari dua jam, kita isi perut dulu saja. Nasi kotak di lokasi syuting itu rasanya benar-benar tidak enak!"
"Kau kan bisa memilih memesan makanan khusus, tinggal pakai uang sendiri."
"Nanti tidak punya teman, para aktor besar saja makan nasi kotak, bagaimana bisa seorang seniman senior sepertiku berbuat istimewa? Hal seperti memesan makanan khusus itu hanya kulakukan sekali saat aku ingin masuk daftar pencarian tren terakhir kali."
"Cabai Cakar, kau pintar sekali!"
"Bukan Cabai Cakar, tapi Nezha! Miian kuah jembatan ini adalah tempat yang sedang viral, nanti kita foto lagi untuk pamer lokasi."
Cekrek!
"Kenapa kau merangkul leherku?"
"Foto-foto lah!"
Pukul lima lewat sepuluh menit, Song Zhu'er mengunggah satu lagi postingan Weibo yang masih hangat:
"Miian kuah jembatan ini benar-benar enak, tapi, enak bagaimanapun juga tetap tergantung dengan siapa kita memakannya! Makan bersama Li Tiezhu rasanya luar biasa lezat! Dia menghabiskan dua mangkuk besar!"
Sialan, ini benar-benar menantang arus!
Baru berapa lama coba, sudah unggah lagi? Rangkul-rangkulan lagi? Kau ini sedang mencari musuh dengan seluruh kaum perempuan! Cari mati namanya!
Setelah itu, Song Zhu'er masih menyeret Li Tiezhu untuk mencicipi berbagai jajanan seperti daging babi asap panggang, puding tahu, panekuk telur pasta kuah, kue dingin kacang hijau manis, dan banyak lagi makanan kecil untuk dibungkus dibawa kembali ke lokasi syuting.
Jarang-jarang pekerja seni berkunjung ke kota!
Menjelang pukul enam saat kembali masuk ke dalam mobil, Song Zhu'er sudah mengunggah tiga postingan Weibo lagi, dan postingan terakhir bahkan berupa fotonya sedang digendong di punggung Li Tiezhu.
Li Tiezhu menatap pemandangan yang melesat cepat di luar jendela mobil, lalu berkata dengan penuh rasa terima kasih: "Terima kasih, aku tahu kau ingin membantuku. Tapi kau tidak perlu sampai senekat ini, bagaimana kalau nanti malah menimbulkan skandal?"
Song Zhu'er sedang memakan kue hijau sambil memainkan ponselnya: "Ah? Kenapa kau bisa punya pemahaman keliru seperti itu? Aku hanya melihat tingkat kepopuleranmu sedang tinggi, jadi murni numpang tenar saja. Kalau soal skandal... secara pribadi aku justru cukup menantikannya..."
Li Tiezhu tersadar: "Eh! Benar juga ya, aku tadinya mau meredam masalah ini dengan dingin, tapi kau malah memanas-manasikannya lagi! Kau bahkan melompat ke punggungku."
"Aku jadi semakin berat ya?"
"Sedikit lebih berat daripada di Rumah Jamur waktu itu, wajahmu juga sedikit lebih bulat."
"Baguslah kalau begitu, kali ini main film aku harus memperlihatkan kaki dan pinggangku, kalau terlalu kurus tidak boleh, harus yang agak berdaging baru kelihatan bagus."
"Syutingmu sudah mulai belum?"
"Belum, minggu depan baru mulai, aku datang lebih awal buat numpang lewat saja. Kalau tidak, aku harus pergi ke sekolah untuk ikut kelas, membosankan sekali."
"Kalau kau tidak belajar pelajaran umum dengan benar, ujian masuk perguruan tinggi nanti bagaimana?"
"Nilai bahasa Mandarin dan bahasa asingku dua-duanya bisa di atas seratus, takut apa? Bagaimanapun juga ambang batas penerimaan akademi film toh hanya tiga ratus sekian."
"Hebat."
"Yah! Rasa apel? Eh? Kau datang syuting bahkan membawa ini? Lumayan juga ya!"
"Ehem ehem! Kembalikan, ini diberikan oleh Yi Xiaomao kepadaku, jangan menggeledah tasku, semua camilan sudah kuberikan padamu."
"Kau sudah pernah melakukan itu ya? Dengan siapa saja? Rasanya bagaimana?"
"Aku tidak, bukan begitu, jangan bicara sembarangan ya!"
"Pelit sekali! Tidak tahu cara berbagi pengalaman... Kita berdua kan pasangan orang gila yang resmi lho! Kita ini satu kubu."
Song Zhu'er tiba-tiba merasa sedikit iri pada Li Tiezhu, di usianya yang masih muda sudah mengalami berbagai badai kehidupan, tidak sepertinya yang bahkan tidak punya satu pun pengejar yang layak, apalagi hubungan badan, itu adalah hal yang sangat jauh dari jangkauan.
Kenapa?
Atas dasar apa!
Jalan pikirannya itu unik, ia selalu mengira ada yang salah dengan dirinya sendiri, sama sekali tidak pernah berpikir bahwa karena dirinya terlalu populer, para lelaki biasa tidak berani mengejarnya.
[Ding! Kombinasi Orang Gila memicu satu lagu harga spesial, apakah Anda ingin membelinya?]
Beli!
Li Tiezhu mulai terdiam, merenungkan lagu yang baru dibelinya di dalam kepalanya, hmm... tidak ada gunanya sama sekali, jangankan selaras dengan kata "mimpi", bahkan untuk dinyanyikan secara serius saja agak susah ditampilkan.
Rugi, rugi sekali!
Mau bagaimana lagi, lagu harga spesial tidak bisa didengarkan pratinjaunya.
Kemudian, Li Tiezhu mulai mengeluarkan gawai tabletnya untuk mengaransemen musik, telanjur dibeli, tidak boleh disia-siakan.
Song Zhu'er makan sambil tertidur, kepalanya bersandar di bahu Li Tiezhu, bahkan mulai mengeluarkan air liur, yang terus-menerus diseka oleh Li Tiezhu.
Sesampainya di kota kecil, Song Zhu'er masih belum bangun, Li Tiezhu pun memperbesar volume demo lagu yang baru saja selesai dibuat, efek suara elektronik yang melengking itu sukses mengejutkan Song Zhu'er hingga terbangun.
Ia mengucek matanya, lalu berseru kaget: "Lagu baru? Aku suka lagu ini, baru dengar saja sudah terasa konyol!"
Li Tiezhu menjawab: "Kupersembahkan untukmu, judulnya 'Lagu Orang Gila', kalau ada waktu kita rekam dinyanyikan bersama. Ini akan menjadi lagu tema kelompok kita!"
Song Zhu'er mengangguk-angguk berulang kali: "Bagus bagus bagus! Coba kau nyanyikan sedikit aku dengar."
Li Tiezhu memutar ulang demonya, lalu ikut bernyanyi: "Suatu hari aku sedang senggang lalu menyuruh Cabai Cakar menceritakan sebuah lelucon, si bodoh itu baru membuka mulut belum sempat bicara sudah mulai tertawa sendiri, iyahahahahahahahahahahahahaha, iyahahahahahahahahahahahaha..."
Song Zhu'er bertepuk tangan dengan liar: "Li Tiezhu hebat! Aku mencintaimu!"
Telinga sang sopir hampir tuli rasanya: "Dua Guru sekalian, lokasi syutingnya sudah sampai, kalian tidak mau turun?"
Sudahlah, hentikan jurus kalian!
Song Zhu'er baru turun dari mobil bersama Li Tiezhu, berjalan sambil mengobrol tentang lagu baru dengan sangat antusias.
Setibanya di lokasi syuting, Xu Shanzheng memperkenalkan sutradara Ning Shituo dan beberapa pemeran utama kepada Li Tiezhu. Li Tiezhu menyapa mereka satu persatu dengan sebutan guru, lalu mengeluarkan jajanan yang dibungkus untuk dibagikan kepada semua orang.
Xu Shanzheng menatap Song Zhu'er, kepalanya terasa semakin pusing: "Weibo-mu itu..."
Orang-orang di Weibo bahkan sudah mulai mencaci maki film 'Heart For Rent' bersama-sama, siapa suruh ensiklopedia daring menuliskan sinopsis yang berbunyi "perjalanan berburu asmara", pas di tengah situasi genting seperti ini, wajar saja kalau dihujat.
Song Zhu'er tersenyum cerah: "Hehehe, tidak perlu sungkan! Aku masuk daftar pencarian tren demi mempromosikan film ini adalah hal yang wajar! Lihat saja efeknya, pencarian tren kali ini seharusnya bisa bertahan selama dua hari, jika 'Lagu Orang Gila' berjalan lancar, mungkin bisa diperpanjang dua hari lagi."
Xu Shanzheng: "Siapa yang sungkan kepadamu? Sampai-sampe kepalaku pusing tujuh keliling."
Ning Shituo juga tersenyum masrah: "Sudahlah! Aktor yang kau cari sendiri, mau salahkan siapa? Lagipula kita kan masuk musim liburan Tahun Baru, masih beberapa bulan lagi, tidak terlalu banyak pengaruhnya."
Xu Shanzheng menggaruk-garuk kepalanya, pertama kali bertemu dengannya di Rumah Jamur, mana tahu kalau dia punya keahlian seperti ini?
Fang Bo berkata kepada Li Tiezhu: "Tidak apa-apa, itu hanya sekelompok penghujat di internet saja, beberapa hari lagi juga reda. Ikuti saja yang lain belajar akting dengan baik, kau mau bersiap ikut ujian seni peran ya?"
Li Tiezhu mengangguk: "Ingin mencoba Akademi Film Beijing atau Akademi Teater Pusat, lagipula nilai akademisku terlalu buruk."
Song Zhu'er menepuk dadanya: "Aku yang melindungimu! Tahun depan Kakak akan membawamu ikut ujian, lagi pula biasanya aku juga bisa mengajarimu akting."
Xu Shanzheng: "Jauhi saja dia, dia sekarang masih belum cukup menderita ya? Setelah dijelek-jelekkan pembimbingnya, sekarang dihujat warganet."
Song Zhu'er: "Aku tahu dia sedang dihujat, makanya, sebagai teman tidak boleh hanya menonton saja, harus membantunya berjuang sampai titik darah penghabisan!"
Xu Shanzheng merentangkan tangan dengan gemas: "Kepalaku sekarang rasanya berat lima kilo!"
Song Zhu'er bertanya dengan bingung: "Bagaimana cara menimbangnya?"