Bab Empat Belas: Tantangan Lomba Komposisi "Ikan Raksasa"
Sama-sama merasakan serangan telak, ada juga seorang komponis yang tinggal jauh di Pulau Permata. Sejak dua puluh tahun lalu pulau itu bersatu dan ia mendapatkan kartu identitas, ia terus bekerja untuk perusahaan besar di daratan utama.
Setelah mematikan televisi, dengan waswas ia menekan nomor manajer Xiao Zhen:
“Halo? Kalian sudah nonton acaranya? Lalu, apa yang akan kita lakukan sekarang? Orang itu benar-benar di luar dugaan! Dia malah menantang untuk membuat lagu, kasih lirik dan minta aku buatkan lagu, tapi aku sedang nggak punya inspirasi, dari mana aku bisa dapat ide lagu untuk dia sekarang?”
Di pinggiran Timur Laut, di sebuah vila mewah yang terang benderang.
Xiao Zhen sedang mengenakan masker wajah, berbaring di sofa, satu pelayan perempuan mencukur bulu kakinya, satu lagi menyuapi sarang burung, sementara manajernya sedang menelepon di samping:
“Diam! Kalau kamu nggak bisa bikin lagunya, nggak masalah, beberapa hari lagi aku kasih kamu lagu ‘Ikan Besar’ itu, aku punya banyak jagoan penulis lagu, nanti kamu tinggal upload saja ke internet. Pasti lagunya lebih bagus dari si kampungan itu, dan kamu, tahan dulu! Bayarannya aku lipatgandakan.”
Setelah menutup telepon, manajer itu tak lagi segarang tadi, kini menunduk penuh hormat:
“Zhang Zhang, si kampungan itu benar-benar di luar dugaan. Tim operasional di belakangnya juga licik! Kalau lagu ‘Ikan Besar’ ini kalah saing, kita nggak mungkin bisa menjatuhkannya. Bagaimana kalau kita sudahi saja, toh dia cuma ikut di dua wilayah...”
Menurut mereka, di balik segala sensasi yang dibuat Li Tiezhu, pasti ada tim profesional yang membentuk citra kampungan itu secara sengaja.
Di belakangnya, jelas ada operator ulung dan tim komposer yang kuat.
Toh, selain Zhao Liya yang memang sudah punya aura putri sejak lahir, dan beberapa peserta liar yang benar-benar murni, selebihnya memang seperti itu.
Siapa juga yang benar-benar bersih?
Mereka hanya bingung, siapa sih yang mau jadi ‘bapak angkat’ untuk model seperti Li Tiezhu, memang dia cukup tampan, tapi kampungan banget? Atau memang hanya kemasan belaka?
Xiao Zhen menepuk wajahnya, mendengus dingin: “Huh! Aku tahu dia bukan sengaja, cuma kebetulan menginjakku saja! Tapi, pertama kali muncul sudah langsung menginjakku di daftar, aku nggak terima. Ini bukan hanya menamparku, ini juga menampar bapak angkatku! Setelah ini bagaimana aku bisa melangkah? Bagaimana bapak angkatku bisa bertahan?”
Manajernya ragu bertanya: “Bapak angkat... maksudnya?”
Xiao Zhen tersenyum masam: “Menurutmu? Tenang saja! Besok malam, setelah aku melayani bapak angkatku, pasti dia mau bantu kita. Dengan sumber daya dia, hehe, lagu-lagu yang dia keluarkan pasti kelas atas di negeri ini.”
Mereka sadar, lagu yang ‘ditulis’ dengan alkohol jelas takkan bisa menandingi ‘tulisan’ Li Tiezhu, tapi yang terpenting, lagunya harus lebih baik.
Kali ini, Xiao Zhen tak boleh kalah.
Bagi dia, hanya dia yang boleh menginjak orang lain untuk naik ke atas, tidak boleh diinjak orang lain.
Kalau tidak, dunia ini tidak adil.
Apalagi, kali ini ikut lomba, dengan dukungan penuh dari bapak angkatnya, tidak boleh gagal sama sekali. Kalau kali ini tidak bisa menonjol, takkan ada kesempatan sebagus ini lagi.
Daftar Bintang Masa Depan, harus diraih.
Dengan dukungan tim yang kuat dan serangan habis-habisan dari para buzzer, Xiao Zhen akhirnya kembali ke peringkat sepuluh besar.
Namun, Li Tiezhu yang mengandalkan sensasi map-bomb berhasil melesat ke peringkat enam, hanya tiga posisi di bawah putri piano Zhao Liya. Bukan hanya tak tersingkir, malah semakin jauh meninggalkan Xiao Zhen.
Melihat peringkat terbaru, Xiao Zhen menggeram penuh dendam.
Saat itu, manajernya membawa kabar terbaru: “Pengikut Anda di Douyin sudah menembus dua juta, apa hari ini kita upload video baru?”
Xiao Zhen tersenyum puas: “Besok saja, sudah upload puluhan video juga.”
Manajernya ragu, “Tapi... Li Tiezhu baru saja upload satu video, pengikutnya sudah tembus tiga juta...”
Xiao Zhen: “Sialan!”
Maka, berkat desakan Xiao Zhen, selain mengerahkan seluruh tenaga mencari penulis lagu untuk ‘Ikan Besar’, timnya juga menyuap banyak paparazi, mengirim mereka ke Kota Shu malam-malam untuk menjalankan misi rahasia.
Pokoknya, aku tak mau ada yang lebih terkenal dari aku!
Kali ini, si kampungan itu harus dihancurkan! Tak boleh bangkit lagi seumur hidup!
...
Baru beberapa hari saja?
Malam ini, si lelaki tua tidak pergi menemui Bibi Liu untuk urusan kerja, katanya kakak kandung ibu Bibi Liu datang berkunjung, jadi Li Tiezhu pun tak perlu berjaga di gerbang, bisa santai-santai.
Berbaring di ranjang, Li Tiezhu melihat jumlah pengikut Douyin di ponselnya, malah heran sendiri, orang-orang ini nggak ada kerjaan apa? Aku cuma peserta lomba, upload satu video doang, seheboh ini?
Jumlah pengikut: 3,26 juta.
Jumlah like: 7,23 juta.
Beberapa hari ini, Li Tiezhu memang belum buka Douyin. Bukan karena sibuk, tapi karena sudah terbiasa pakai ponsel jadul, belum terbiasa dengan smartphone. Lagi pula, dia pakai paket termurah seharga delapan belas ribu, sebulan cuma dapat dua giga, jadi tak berani asal nonton video, kadang-kadang saja melirik.
Setelah sekilas membaca komentar, Li Tiezhu merasa agak bosan, orang-orang ini tak sadar kalau kuota itu mahal?
[Ding!]
[Selamat! Pengikut Douyin Anda telah menembus tiga juta!]
Wow!
Datang juga!
Li Tiezhu langsung duduk tegak di ranjang, luar biasa, ada hadiah baru lagi!
Sistem memang luar biasa!
[Sistem memberikan ucapan selamat yang paling tulus kepada Anda!]
Hanya itu?
[Karena Anda suka bermain Douyin, sistem secara khusus membuka satu misi sampingan: Pengikut Douyin tembus satu miliar.]
[Nanti akan ada hadiah istimewa! Semoga Anda terus bersemangat!]
Hah?
Satu miliar pengikut?
Jangan bercanda, selain satu dua akun resmi, siapa yang punya pengikut sampai satu miliar? Chen Chichi yang licik saja cuma lima puluh juta, kan?
Ini benar-benar mustahil! Mana mungkin bisa diselesaikan?
Tidur! Tidur!
...
Dalam beberapa hari berikutnya, ‘Senyummu Benar-benar Menawan’ meledak di seluruh internet, di Douyin, dari sepuluh video pendek, delapan menggunakan lagu itu sebagai BGM, jumlah cover-nya tak terhitung.
Di QMusic, lagu baru ini bahkan mengalahkan ‘Orang Seperti Aku’ yang berada di posisi lima, langsung naik ke posisi dua.
Bahkan, diam-diam mulai menyaingi posisi pertama!
‘Senyummu Benar-benar Menawan’ memang tak sedalam dan seindah ‘Orang Seperti Aku’, tapi kekuatan lagunya benar-benar luar biasa.
Pokoknya meledak!
Tak ada alasan, tak ada logika, pokoknya laris.
Dengan meledaknya lagu ini di Douyin, tim Douyin yang cerdik langsung meluncurkan event baru:
Tantangan Komposisi ‘Ikan Besar’!
Awalnya, ‘Orang Seperti Aku’ dan ‘Senyummu Benar-benar Menawan’ sudah cukup untuk mendorong si Kakak Serius Li Tiezhu jadi seleb Douyin, apalagi setelah Douyin menambah bara api, kini Li Tiezhu makin meledak.
Ratusan bahkan ribuan penggemar musik mengunggah versi komposisi ‘Ikan Besar’ mereka di Douyin, liriknya diberikan oleh Li Tiezhu, tapi nadanya hasil karya masing-masing.
Akibatnya, ‘Ikan Besar’ pun ikut-ikutan viral bersamaan dengan ‘Senyummu Benar-benar Menawan’, bagai ombak tak putus di lautan internet.
Selama periode ini, Kakak Serius Li Tiezhu hampir selalu menjadi pusat segala perhatian!