Bab 56: Hanya Karena Sekali Lagi Menatapnya di Tengah Kerumunan
Melihat tubuh Kloi terlempar ke luar arena, para penonton di pinggir lapangan semua terdiam.
Apa-apaan ini!
Bukankah orang bernama Kloi itu jelas-jelas seorang petarung tingkat Dalam Nafas? Bagaimana mungkin ia bisa dipukul terbang hanya dengan satu tinju oleh Chunan ini?
Chunan jelas-jelas hanya seorang petarung tingkat Baja Tubuh biasa!
Para penonton merasa pandangan mereka terhadap dunia benar-benar terguncang.
Namun setelah tertegun beberapa saat, sebagian besar penonton segera bertepuk tangan dan bersorak dengan semangat.
Bagaimanapun juga, Chunan adalah petarung dari Federasi Bumi, sedangkan Kloi, meskipun berasal dari Wilayah Otonom Fesa yang memiliki hubungan baik dengan Federasi Bumi, pada akhirnya tetaplah orang asing.
Chunan mampu mengalahkan Kloi, tentu saja itu adalah sesuatu yang patut disyukuri.
Terlebih lagi, situasi saat ini dalam Kejuaraan Petarung Bintang Xiyun—khususnya di kategori usia di bawah 20 tahun—begitu menegangkan, semakin banyak petarung muda dari Federasi Bumi yang bisa lolos ke babak berikutnya, semakin besar pula harapan Federasi Bumi untuk meraih gelar juara.
"Ya! Luar biasa!"
Di antara penonton yang bersorak, Yang Qianrui paling tampak gembira dan antusias.
Dia bahkan begitu senang hingga langsung melompat, membuat asistennya di samping tak bisa menahan diri untuk meliriknya beberapa kali.
Walaupun petarung muda dari Federasi Bumi berhasil mengalahkan petarung asing memang patut disyukuri, tapi apa perlu sampai membuat Yang Qianrui sebegitu bahagianya?
Lagipula, petarung muda bernama Chunan ini kemarin dan hari ini sudah dua kali menolak permintaan wawancara dari Yang Qianrui.
Menurut si asisten, itu sama saja dengan tidak menghormati Yang Qianrui. Kalau Yang Qianrui tidak marah saja sudah bagus, kenapa dia malah begitu bersemangat atas kemenangan Chunan?
Namun saat itu Yang Qianrui sama sekali tidak peduli dengan apa yang dipikirkan asistennya. Dia menatap tajam ke arah Chunan yang sedang turun dari panggung, hatinya dipenuhi semangat yang membara.
Pandangan mataku ternyata tidak salah!
Chunan ini, pasti akan membawa berita besar!
###
Chunan perlahan menuruni tangga dan mendekati Kloi yang sudah bangkit berdiri, lalu mengulurkan tangannya.
Setelah Kloi terjatuh keluar arena, wasit langsung memutuskan kemenangan untuk Chunan. Sesuai aturan pertandingan, kedua peserta harus saling berjabat tangan setelah pertandingan sebagai tanda sportivitas.
Namun, entah karena tidak terima atau merasa aneh, semua lawan Chunan dalam enam pertandingan sebelumnya tak ada satu pun yang menyelesaikan proses ini, membuat Chunan agak kecewa.
Awalnya Chunan mengira Kloi, seorang petarung tingkat Dalam Nafas yang kalah darinya secara tak terduga, juga akan langsung pergi tanpa berjabat tangan seperti lawan-lawannya sebelum ini. Tak disangka, Kloi malah memandangi Chunan dari atas ke bawah, lalu tiba-tiba meraih tangan Chunan dengan kedua tangannya, wajahnya penuh rasa ingin tahu dan bersemangat.
"Hai, kau Chunan, kan? Bisa ceritakan padaku teknik apa yang kau latih? Kenapa nafas dalammu begitu unik? Oh iya, pukulan yang barusan itu teknik apa? Tenagamu luar biasa sekali. Aku penasaran, bolehkah kau memberitahu aku? Atau kita cari tempat dan sparring lagi saja sekarang? Aku..."
Chunan hanya bisa memandang Kloi yang terus berceloteh tanpa henti.
Orang ini di atas panggung sama sekali tidak bicara, bahkan memasang wajah dingin dan keren, gerakannya pun sederhana dan langsung, bahkan bisa dibilang kasar. Namun begitu di bawah panggung, dia berubah total.
"Eh..."
Chunan baru saja hendak bicara, tapi melihat Chunan agak ragu, Kloi langsung buru-buru menyela.
"Ya, ya, aku mengerti. Bertanya soal teknik orang lain memang sangat sensitif, apalagi petarung dari Federasi Bumi pasti lebih memperhatikan hal ini. Kalau kau memang enggan menjawab, tidak apa-apa, aku cuma penasaran, sungguh, cuma penasaran. Sebenarnya aku rasa itu bukan masalah besar, bagaimanapun juga kau hanya petarung tingkat Baja Tubuh, teknik yang kau latih pasti juga tidak terlalu istimewa... ah, maafkan aku, aku memang orangnya suka bicara apa adanya..."
Chunan mulai menyesal.
Dulu dia pikir Dongfang sudah cukup banyak bicara, tak disangka orang ini jauh lebih cerewet daripada Dongfang.
Andai saja tadi dia tidak peduli aturan dan langsung pergi saja.
Kloi terus saja menarik Chunan bicara hampir sepuluh menit, barulah ia mau pergi dengan berat hati setelah Chunan menukar nomor terminal pribadi dengannya dan meninggalkan kontak.
Melihat punggung Kloi menghilang di kerumunan, Chunan menghela napas lega.
Ia lalu merasa geli sendiri.
Selama di Akademi Xiyun, ia biasanya hanya bergaul dengan teman-teman satu angkatan. Dengan mengikuti Kejuaraan Petarung Bintang Xiyun ini, ia jadi bisa berinteraksi dengan beragam petarung dan menyaksikan teknik-teknik bela diri yang aneh dan unik, benar-benar membuka wawasannya.
Asaru yang ia jumpai pada putaran keempat, dan Kloi yang barusan, keduanya adalah orang-orang yang sangat berkarakter. Ia yakin di kesempatan berikutnya pun pasti bisa mengenali mereka dengan mudah.
Memikirkan hal itu, dalam benak Chunan terlintas sosok seseorang.
Orang yang bahkan saat berjalan pun selalu mengalirkan nafas dalammya, benar-benar meninggalkan kesan mendalam padanya.
Entah nanti, setelah lolos ke babak final, ia akan bertemu dengan orang itu atau tidak.
Baru saja memikirkan hal itu, Chunan tiba-tiba merasa ada tatapan yang mengarah kepadanya. Ia pun mengangkat kepala, dan benar saja, ia melihat petarung muda yang barusan melintas dalam benaknya.
Tetap dengan sikap membangkang, dengan pandangan penuh penghinaan dan wajah penuh tantangan menatap Chunan.
Melihat dirinya diperhatikan, Chunan merasa aneh.
Kenapa orang ini begitu bermusuhan padanya?
Apa hanya karena dulu ia sempat menatapnya di antara kerumunan?
Maruk sedikit mendongakkan kepala, mengangkat tangan, lalu mengisyaratkan tantangan dengan gerakan jari ke arah Chunan dari kejauhan, sambil terkekeh dingin.
Anak Bumi ini, meski kelihatannya cuma petarung tingkat Baja Tubuh biasa, tapi ia punya insting tajam. Waktu itu ia bisa melihat keistimewaan yang ada pada Maruk, berarti kekuatan aslinya pasti jauh lebih besar daripada yang tampak di permukaan, atau mungkin ia mendapat bimbingan dari guru hebat.
Sambil menunggu babak selanjutnya, mencari dia untuk berlatih tangan sedikit sepertinya ide yang bagus.
Dari kejauhan, Chunan sedikit mengerutkan dahi, memperhatikan Maruk beberapa saat, tampak ragu.
Maruk kembali terkekeh, lalu membalikkan telunjuknya ke bawah, melakukan gerakan menghina dengan jempol ke arah bawah.
Melihat ini, Chunan langsung tersenyum geli.
Orang ini jelas-jelas petarung muda dari Kerajaan Kexili, tapi sengaja menggunakan gerakan yang umum di Federasi Bumi untuk menghina dirinya. Sepertinya dia cukup mempelajari budaya Federasi Bumi.
Ia berpikir sejenak, lalu memutuskan untuk bertanya langsung pada orang itu, kenapa begitu bermusuhan padanya.
Kalau hanya karena hubungan tegang antara Federasi Bumi dan Kerajaan Kexili, berarti orang ini benar-benar membosankan.
Baru saja melangkah, tiba-tiba sesosok tubuh melesat ke depan Chunan, tepat menghalangi pandangannya pada Maruk.
"Halo, Chunan, aku Yang Qianrui, reporter dari saluran Dunia Beladiri Federasi Informasi. Bisakah aku mewawancaraimu sebentar?"
Chunan menghela napas, memandang melewati bahu Yang Qianrui, melihat orang itu sudah berbalik dan pergi, lalu menunduk menatap Yang Qianrui.
"Nona Yang Qianrui, kenapa kau begitu ingin mewawancaraiku? Aku bukan siapa-siapa."
"Karena menurutku ada banyak hal menarik yang bisa digali darimu," jawab Yang Qianrui dengan senyum manis. "Chunan, kau jelas hanya petarung tingkat rendah Baja Tubuh, tapi berturut-turut mengalahkan beberapa petarung tingkat tinggi Baja Tubuh, bahkan sekarang mengalahkan seorang petarung tingkat Dalam Nafas. Bukankah menurutmu itu sangat layak diperhatikan?"
"Itu hanya karena lawan-lawan terlalu meremehkan," ujar Chunan sambil menggeleng. Ia hendak pergi lagi, namun tiba-tiba teringat sesuatu dan bertanya, "Oh iya, apakah acara kalian bisa ditonton di Bintang Ziyun?"
"Tentu saja. Dunia Beladiri Federasi Informasi disiarkan ke seluruh Federasi Bumi, jadi di sudut mana pun di Federasi pasti bisa menontonnya."
"Jadi... wawancara tentangku nanti akan disiarkan?"
Menangkap maksud Chunan, senyum di wajah Yang Qianrui semakin lebar dan ada sedikit kilatan nakal.
"Itu semua tergantung apakah wawancara denganmu punya nilai berita yang cukup..."