Bab 4: Pertempuran yang Terulang Tanpa Akhir
Tak diketahui sudah berapa lama waktu berlalu, Chu Nan perlahan-lahan sadar kembali. Ketika membuka matanya, ia mendapati dirinya masih berada di ruang virtual yang kosong itu.
Ia meraba pipinya, dan mendapati wajahnya sudah pulih seperti sediakala, tubuhnya pun sama sekali tak merasakan sakit, seolah-olah apa yang baru saja terjadi hanyalah ilusi belaka.
“Apa yang sebenarnya terjadi?” gumam Chu Nan sambil kebingungan menoleh ke sekeliling.
Saat ini, ia semakin yakin akan keraguan yang sempat terlintas di benaknya tadi—lingkungan ini jelas bukan bagian dari mimpinya.
“Peserta pelatihan Chu Nan, dalam pertarungan melawan petarung tingkat Qi Dalam, Dosimingki, kamu dinyatakan kalah dan tewas. Apakah kamu ingin melanjutkan pertarungan dengannya?” Sebuah suara misterius terdengar.
“Mati?” Chu Nan tertegun. “Apa maksudmu? Kalau aku sudah mati, kenapa aku masih di sini? Dan lagi, kamu sebenarnya apa? Bagaimana bisa menciptakan ruang ini dalam kesadaranku?”
“Peserta pelatihan Chu Nan, apakah kamu ingin melanjutkan pertarungan dengan petarung tingkat Qi Dalam, Dosimingki?”
“Sial, jawab dulu pertanyaanku!”
“Peserta pelatihan Chu Nan, apakah kamu ingin melanjutkan pertarungan dengan petarung tingkat Qi Dalam, Dosimingki?”
Chu Nan langsung terdiam. Tampaknya makhluk ini memang tak akan pernah menjawab pertanyaannya.
Soal apakah dia akan melanjutkan pertarungan dengan Dosimingki... Chu Nan mengerutkan kening.
Pertarungan barusan memang sangat singkat, namun ia sudah paham di mana letak masalahnya.
Meski dengan kemampuan pengumpulan, analisis, dan pemrosesan data yang sangat kuat yang ia peroleh di ruang ini, sehingga mampu mengalahkan Luo Li dan Feng Xiao, dua petarung tingkat Tubuh Baja, namun begitu berhadapan dengan petarung tingkat Qi Dalam yang jauh lebih kuat, ia memang bisa memprediksi gerakan lawan, tetapi tubuhnya tidak sanggup merespons secepat pikirannya.
Tak ada yang bisa dilakukan Chu Nan untuk itu, karena berdasarkan data tubuhnya sendiri, memang mustahil baginya untuk melakukan gerakan yang serempak dengan pikirannya.
Dengan kata lain, meski melanjutkan pertarungan dengan petarung tingkat Qi Dalam itu, ia tetap akan kalah.
Apa harus menyerah?
Chu Nan langsung menggelengkan kepala.
Kesempatan sebagus ini terlalu berharga untuk disia-siakan.
Walaupun ia akan kehilangan kemampuan pengumpulan dan analisis data yang hebat ini saat kembali ke dunia nyata, tetapi pengalaman bertarung melawan petarung tingkat Qi Dalam akan sangat berguna baginya.
“Peserta pelatihan Chu Nan, apakah kamu ingin melanjutkan pertarungan dengan petarung tingkat Qi Dalam, Dosimingki?”
Suara misterius itu kembali terdengar, mendesak.
Chu Nan berpikir sejenak, lalu mendongak dan menjawab, “Lanjutkan, tapi bisakah dihentikan sebentar? Aku ingin bersiap-siap.”
“Bisa. Jika kamu sudah siap, silakan beri tahu aku.”
Setelah mendapat jawaban pasti, Chu Nan mulai merenung.
Ia mengulang-ulang adegan pertarungan barusan dalam pikirannya.
Berkat kemampuan pengumpulan data yang akurat, seluruh jalannya pertarungan dapat diputar ulang dengan sempurna di benaknya, dan kini tugas Chu Nan adalah menganalisa dan menilai pertarungan yang bahkan tak sampai dua detik itu.
“Hmm, saat itu kaki kanan seharusnya lebih turun sedikit, supaya mudah mengeluarkan tenaga.”
“Lengan kanan terlalu tinggi, jadinya tak sempat ditarik kembali.”
“Tangan kiri juga, terlalu jauh menjulur, dada jadi terbuka lebar. Bahkan tanpa tendangan Dosimingki ke leherku, satu pukulan ke dada saja sudah cukup membuatku tamat.”
...
Setelah dianalisa dengan cermat, Chu Nan terkejut mendapati begitu banyak kesalahan dan kelemahan yang ia tunjukkan dalam pertarungan sesingkat itu. Jika dalam kondisi demikian Dosimingki masih kalah, sungguh tak pantas disebut petarung Qi Dalam yang kuat.
“Ini masalah kurangnya pengalaman bertarung,” Chu Nan mengerutkan kening, langsung menyadari kelemahan terbesarnya.
Namun memang tak ada yang bisa ia lakukan. Dahulu, kekuatannya terlalu lemah, sehingga tak pernah punya kesempatan bertarung, apalagi pengalaman tempur.
Chu Nan mengepalkan tinjunya dengan tekad.
Sekaranglah saat yang tepat!
“Halo, aku ingin melanjutkan pertarungan dengan Dosimingki.”
Setelah Chu Nan berteriak ke arah kehampaan, suara misterius itu segera terdengar.
“Peserta pelatihan Chu Nan, kamu akan segera memulai pertarungan dengan Dosimingki. Bersiaplah, 3... 2... 1... mulai!”
Bayangan Dosimingki muncul seketika di kejauhan, lalu menerjang dengan gerakan yang sama persis seperti sebelumnya.
Chu Nan menajamkan fokus mengamati setiap gerakan lawannya, sementara pikirannya terus memproses data tanpa henti. Begitu Dosimingki sudah di depan matanya, ia segera merendahkan tubuh, menghindari pukulan pertama, lalu menggeser kaki kanan ke belakang, menurunkan pinggang dan menarik perut, tangan kanan meluncur dari pinggang, membentuk lengkungan sempurna ke arah perut Dosimingki.
Pukulan ini, baik dari sudut, kecepatan, maupun kekuatan, semuanya telah dihitung dengan cermat oleh Chu Nan, dan bisa dibilang mengerahkan seluruh kemampuannya—sungguh pukulan yang dahsyat.
Waktu yang dipilih untuk memukul pun sangat tepat—tepat ketika Dosimingki baru saja melancarkan pukulan, kekuatannya yang lama habis dan yang baru belum terbentuk. Menurut perhitungan Chu Nan, pukulan ini pasti mengenai sasaran.
Dibandingkan dua pertarungan sebelumnya, kali ini Chu Nan jelas sudah jauh lebih baik.
Namun ia tetap meremehkan kehebatan petarung tingkat Qi Dalam.
Tampak otot-otot Dosimingki tiba-tiba bergetar dengan cara yang aneh, lalu pinggangnya berputar ke sudut yang tak masuk akal, membuat pukulan Chu Nan meleset, dan di saat yang sama, lengan kiri Dosimingki terangkat, menghantam ke arah Chu Nan seperti tongkat kayu.
Pukulan Chu Nan yang ia kira pasti mengenai sasaran justru meleset, membuatnya sangat terkejut. Melihat perubahan situasi, ia hanya sempat mendongakkan kepala untuk menghindar.
Namun baru saja mengangkat kepala, ia tiba-tiba merasakan sakit luar biasa di bawah perut.
Ternyata Dosimingki menendang bagian bawah tubuhnya dengan keras.
“Sial, ini pasti balas dendam.”
Rasa sakit yang hebat itu hanya berlangsung tak sampai satu detik, Chu Nan pun kehilangan kesadaran.
###
Begitu sadar kembali, Chu Nan langsung meminta jeda pada suara misterius itu, lalu mulai menganalisa jalannya pertarungan barusan.
Tak lama kemudian, ia kembali menantang Dosimingki.
Kali ini pun, ia tak mampu bertahan lebih dari sepuluh detik sebelum akhirnya kalah.
Namun Chu Nan sama sekali tidak merasa putus asa, bahkan ia semakin bersemangat. Saat ini, hanya ada satu hal di benaknya—ia harus bisa mengalahkan lawannya!
Tantang, gagal, analisa jalannya pertarungan, simpulkan, tantang lagi, gagal lagi, analisa lagi...
Dalam serangkaian pertarungan melawan Dosimingki, tanpa disadari Chu Nan mulai mengalami kemajuan sedikit demi sedikit.
Dibandingkan awalnya, kemampuan Chu Nan dalam mengatur posisi tubuh, mengendalikan gerakan, hingga kecepatan respons saat bertarung sudah meningkat berkali-kali lipat.
Di saat yang sama, jalannya pertarungan antara dia dan Dosimingki pun berubah sedikit demi sedikit.
Dari yang awalnya tak sanggup bertahan lebih dari sepuluh detik, menjadi mampu bertahan satu menit, dua menit, sepuluh menit...
Dari yang awalnya sepenuhnya tertekan, menjadi perlahan-lahan bisa melawan, hingga akhirnya berimbang, bahkan berbalik menekan Dosimingki...
“Dukk!”
Sebuah pukulan Chu Nan berhasil menembus celah di antara kedua lengan Dosimingki, menghantam dadanya dengan keras.
“Bugh!”
Dosimingki tanpa sadar memuntahkan darah segar, tubuhnya langsung terhuyung ke belakang.
Sebelum ia sempat bereaksi lebih jauh, Chu Nan sudah melesat maju tanpa ragu, melepaskan dua pukulan beruntun yang memecah pertahanan terakhir di depan dada Dosimingki, lalu memutar tubuh dan mengayunkan kaki kiri dalam busur indah di udara, menendang sisi leher Dosimingki dengan telak.
“Krak!”
Terdengar suara patah yang nyaring, leher Dosimingki terpuntir ke samping, dan tubuhnya pun seketika berubah menjadi bayangan yang perlahan memudar dan menghilang.
——————————————————————
Karya yang telah rampung: "Kekaisaran Industri Sihir", total 4,16 juta kata, mengisahkan seorang insinyur mesin yang menyeberang ke dunia sihir dan membangun sistem industri sihir yang lengkap di dunia lain. Selamat membaca.