Bab 70: Xiang Yu Membuat Bangsa Xiongnu Ketakutan
“Hahaha, apakah kemampuan bangsa Xiongnu cuma segini? Bahkan babi yang pernah kubunuh pun tidak seburuk ini!”
“Saudara-saudara, bunuh mereka untukku!”
“Hanya bangsa Xiongnu, berani-beraninya menyerang kita secara diam-diam! Kalau tipu muslihat saja sudah cukup, buat apa butuh kekuatan sejati? Bunuh! Bunuh! Bunuh!”
Suara Xiang Yu bergemuruh bagai petir!
Hanya dengan teriakan itu, para prajurit berkuda Xiongnu ketakutan untuk mendekat, menganggapnya sebagai dewa pembantai, sang Raja Perang!
Setelah berteriak, Xiang Yu langsung memacu kudanya, bukannya berusaha melarikan diri, dia malah melawan angin, menunggang kuda menuju puncak bukit, ke arah tempat berdirinya Raja Touman.
Di sanalah pasukan berkuda Xiongnu berkumpul paling banyak, rapat bagaikan lautan manusia.
Namun, Xiang Yu seorang diri menerjang ke depan, menghadapi ribuan prajurit berkuda Xiongnu. Bukan hanya tak terluka, ia malah membantai musuh dengan gila-gilaan, bagai dewa dari neraka!
Satu orang menjaga gerbang, sepuluh ribu orang tak bisa menembus!
Ribuan pasukan berkuda Xiongnu terpaksa mundur terus oleh tekanan satu orang saja.
Inilah lelaki sejati! Pria sejati!
Sebagai jenderal, Xiang Yu begitu luar biasa dan tak tertandingi, apalagi para prajurit yang melihatnya, semangat mereka membara.
Harus diketahui, jika jenderal penakut, para prajurit pun takkan berani maju. Namun jika jenderal setangguh Xiang Yu, siapa lagi yang akan takut?
Faktanya memang begitu, dalam sejarah, Xiang Yu bukan hanya pemberani tak tertandingi, bahkan para pengikutnya, anak-anak muda dari Jiangdong yang dipimpinnya, juga sama ganasnya, bagaikan harimau buas!
Jangan ragukan kekuatan dewa Xiang Yu, ia memang sekuat itu, mampu memaksa mundur ribuan musuh sendirian!
“Jenderal kita sakti!”
“Dengan jenderal seganas ini, takut apa lagi! Maju!”
“Bunuh! Ikuti jenderal menyerbu Xiongnu, tangkap rajanya!”
Xiang Yu membuka jalan di depan, para prajurit tak terhitung jumlahnya mengikuti di belakang, menyerbu ke arah Raja Touman tanpa henti.
Kecepatannya tak tertandingi, prajurit berkuda Xiongnu pun tak sanggup menahan pedangnya!
Sepanjang jalan bertempur, mereka menerobos kepungan Xiongnu dan semua keuntungan yang dimiliki musuh, langsung menyerbu Raja Touman, hendak menebas kepalanya!
Melihat kejadian itu di puncak bukit, Raja Touman langsung panik.
“Mana mungkin ini terjadi?”
“Bagaimana bisa ada manusia sekuat itu?”
“Pemimpin pasukan Qin ini benar-benar gila, benar-benar gila!”
“Padahal kami sudah menguasai posisi strategis, kenapa sekarang justru diserang balik?”
“Tidak berguna, semua tidak berguna!”
Rasa tak percaya menguasai Raja Touman, ia menatap Xiang Yu yang mengamuk ke arahnya dari bawah bukit, dingin menggigit merasuk ke hatinya.
Dingin itu menusuk sampai ke tulang!
Kegagahan Xiang Yu membuat Raja Touman gentar, ia belum pernah melihat jenderal sekuat dan segagah ini.
Siapa pun prajurit Xiongnu yang terkena tebasan pedangnya, tubuh mereka bahkan tak utuh lagi, hanya tersisa potongan tubuh dan anggota badan.
Singkatnya, suasana medan perang amatlah mengerikan...
Raja Touman memandang Xiang Yu, melihat Xiang Yu dan pasukannya semakin mendekat, ia menggertakkan gigi, “Bunuh dia! Hari ini meski banyak yang mati, pokoknya bunuh dia untukku!”
Mengapa bangsa Xiongnu tidak punya jenderal sehebat itu?
Mengapa orang luar biasa itu justru jenderal Qin?
Bunuh dia, harus dibunuh! Kalau tidak, Xiongnu akan berada dalam bahaya, orang ini jauh lebih berbahaya dibandingkan jenderal tua sebelumnya!
Maka, setelah perintah dikeluarkan, banyak pasukan berkuda Xiongnu kembali dikumpulkan, menyerang Xiang Yu habis-habisan.
“Dengan cara apa pun, bunuh dia!” Raja Touman menggertakkan gigi.
Namun, menghadapi semakin banyaknya pasukan Xiongnu, Xiang Yu sama sekali tak gentar, malah tertawa lebar, “Bagus! Datanglah lebih banyak, hari ini aku akan puas membantai kalian!”
Alih-alih panik, ia malah bertarung semakin bersemangat.
Inilah Xiang Yu, Raja Perang dari Chu Barat, kini di bawah panji Kaisar Pertama, keputusan kaisar untuk mempertahankannya sungguh tepat.
Perang terus berkecamuk, pihak Xiongnu mundur tanpa henti, pedang besar Qin dan semangat juang mereka membuat pasukan berkuda Xiongnu kehilangan semua keunggulan.
Raja Touman menatap Xiang Yu penuh dendam, “Semua gara-gara dia, semua keunggulan pasukanku hancur karena dia!”
Raja bangsa Xiongnu ini hampir-hampir menggigit giginya hingga hancur!
Namun, ia benar-benar tak berdaya.
“Yang Mulia, lari saja! Anak itu sudah hampir sampai!” Hamur datang menunggang kuda, tubuhnya berlumuran darah, melapor dengan cemas.
Raja Touman mengamuk, “Lari apa? Di mana jiwa Xiongnu kita?”
Hamur memohon, “Yang Mulia, ku mohon, lari saja! Kalau tidak, kalau dia sampai ke sini, Anda takkan bisa lari lagi.”
“Demi keselamatan semuanya, lari dulu saja.”
“Hmph, siapa yang mundur, siapa yang lari, akan kutebas!” Raja Touman sudah kalap dan tak mau mendengarkan.
Hamur mendengar itu, tubuhnya gemetar, tak berani membantah lagi, terpaksa kembali bertempur.
Detik demi detik berlalu.
Pasukan Qin yang dipimpin Xiang Yu menyerbu tanpa henti, khususnya Xiang Yu, di mana pun dia berada, tak ada yang bisa menahan.
Perlahan, Xiang Yu sudah mendekat ke depan Raja Touman, hanya seratus meter lagi.
Jarak tinggal seratus meter, Xiang Yu tersenyum lebar, “Untuk menangkap perampok, tangkap dulu rajanya! Raja Xiongnu, matilah kau!”
Xiang Yu mengangkat pedang besarnya yang berbobot tiga ratus kati, lalu mengarahkannya ke Raja Touman, melemparkannya sekuat tenaga.
Pedang itu melesat, seratus meter ditempuh sekejap!
Raja Touman terkejut, hampir saja kencing ketakutan, “Tolong!”
Ia mengangkat kaki kuda setinggi mungkin, mengayunkan pedang melengkung untuk menangkis.
“Braaak—!”
Suara keras terdengar, pedang melengkungnya patah, pedang besar itu melesat melewati kepalanya.
Dari jarak seratus meter, pedang besar itu masih bisa menusuk dengan kekuatan sebesar itu, dan Raja Touman yang hampir tewas sekarang sadar sepenuhnya.
Jiwa ksatria? Dalam situasi ini, mana masih bicara soal itu, ia hampir saja kencing di celana.
“Lari! Mundur, mundur sekarang juga!”
Raja Touman berteriak, memerintahkan penarikan pasukan.
Sambil melarikan diri, ia melepaskan topi dan pakaian kebesarannya, melemparkannya ke tanah.
Dengan begitu, ia bisa menyamar sebagai prajurit biasa, bercampur di tengah kerumunan, agar tidak dikejar Xiang Yu.
Melihat kekalahan Xiongnu, semangat pasukan Qin melonjak, semua mengejar dengan gila-gilaan.
Xiang Yu pun tak menghalangi, bahkan memimpin di garis depan, membawa mereka memburu musuh sepanjang jalan.
Menurutnya, ia tak takut tipu daya apa pun, tak peduli jika musuh ingin menjeratnya ke dalam perangkap, selama ia puas membantai, itu sudah cukup!
Tak ada tipu muslihat yang bisa mengalahkan kekuatan mutlak!
Xiang Yu memburu musuh tanpa henti, seratus ribu prajurit mengikutinya, sungguh menegangkan.
Mungkin sebelumnya, para wakil jenderal masih akan menasihati Xiang Yu agar jangan terlalu jauh, takut ada jebakan.
Tapi sekarang, para wakil jenderal seperti terpompa semangat, semuanya berteriak maju, bunuh Raja Touman, bahkan lebih semangat daripada Xiang Yu.
Pertempuran ini sungguh memukau, karena dipimpin Xiang Yu, seluruh pasukan seperti memperoleh semangat baru.
Tak ada satu pun pasukan yang bisa sebersemangat pasukan ini, penuh vitalitas dan gairah.
Xiang Yu, jenderal tanpa tanding, dipadukan dengan para prajurit terbaik Qin, kombinasi ini cukup untuk menaklukkan seluruh negeri Xiongnu!
Hanya dalam satu pertempuran ini, Xiang Yu telah membangkitkan jiwa dan semangat seratus ribu pasukan.
Dalam sekejap, Xiang Yu sudah mengejar sampai lima puluh li, dan ketika Raja Touman menoleh, ia mendapati Xiang Yu masih saja mengejarnya, tanpa mau berhenti.
Kali ini, Raja Touman benar-benar marah, “Gila! Orang ini benar-benar gila! Apa dia tidak takut aku menyiapkan jebakan?”
“Masih saja mengejar, apa dia mau menyeretku sampai ke istana kerajaan Xiongnu?”
“Kerahkan pasukan! Tambah tiga ratus ribu prajurit lagi! Aku ingin bertempur habis-habisan melawan Qin!”
Raja Touman, di tengah ketakutan dan kemarahan, tak pernah seumur hidupnya dikejar sampai sebegini menyedihkan.