Bab Lima Puluh Tujuh: Membalikkan Benar dan Salah
Tak lama kemudian, keduanya tiba di kawasan ramai di bagian utara, yakni Lapangan Peili.
Setelah turun dari mobil, Ye Xuan memandang sekeliling, lalu bertanya dengan bingung, "Jangan-jangan markas cabang Bayangan Darah ada di sekitar sini?"
"Benar, memang di sini. Hehe, terasa tak masuk akal, bukan?" jawab Shao Haoqi sambil tertawa.
"Ya, memang agak aneh. Siapa sangka organisasi pembunuh nomor satu dunia menempatkan cabangnya di kawasan ramai seperti ini?"
"Nyatanya sederhana saja. Semakin mencolok suatu tempat, semakin aman dan tersembunyi. Sama seperti semakin berbahaya suatu tempat, justru semakin aman. Orang bijak bersembunyi di tengah keramaian!"
"Brilian!"
Sambil berbincang, mereka tiba di sebuah tempat yang disebut Klub X.
"Selamat datang, silakan tunjukkan identitas!" Begitu mereka mendekati pintu besar bergaya klasik, seorang pria kekar berjas hitam berkata dengan nada malas.
"Hah? Harus menunjukkan identitas? KTP maksudnya?" Ye Xuan bertanya bingung.
"KTP? Sialan, bocah miskin dari mana ini? Tak lihat ini tempat apa? Cepat minggat! Jangan ganggu aku berjaga!" Pria berjas hitam memandang Ye Xuan dan Shao Haoqi dengan hina dan mengejek.
Wajah Shao Haoqi menjadi gelap, lalu berkata dingin, "Minta maaf pada temanku!"
"Apa kau bilang?" Pria itu terkejut, lalu menyeringai kejam, "Dari mana datangnya anjing mati, berani menyuruhku minta maaf? Percaya atau tidak, aku bisa mematahkanmu dengan satu jari?"
"Jadi kau tidak mau minta maaf?" Shao Haoqi menyipitkan mata, kilatan