Bab 148, Ambisi Si Badut
Malam itu juga, Joker melancarkan serangan mendadak terhadap hampir setengah dari kelompok kriminal di Kota Gotham.
Dengan keahlian yang hampir mencapai tingkat kesempurnaan, ia membantai para petinggi sindikat kriminal tersebut, lalu dalam waktu singkat mengumpulkan dana serta anggota mereka untuk membentuk kekuatan bawah tanah dengan kemampuan tempur yang sangat tinggi.
Taktik yang tegas dan kilat ini membuktikan bahwa ini sama sekali bukan pertama kalinya Joker melakukan hal semacam ini.
"Joker, untuk apa kau memanggil kami berkumpul ke sini? Jangan bilang kalau kau ingin menghadapi Batman lelucon konyol seperti itu lagi!"
Di dalam sebuah restoran yang menjadi salah satu aset kelompok kriminal, Joker memanggil para anak buah barunya, yang merupakan para anggota geng lama Kota Gotham, dan kini semuanya berada di bawah komando Joker.
Beberapa anggota senior dari kelompok kriminal itu langsung melontarkan protes begitu melihat Joker.
Bagaimanapun juga, setahun yang lalu, Joker telah dikalahkan oleh Batman, lalu dijebloskan ke Suaka Arkham dan dikurung di sana hingga sekarang.
Mendengar ada yang mempertanyakan dirinya, Joker menyeringai lebar dengan mulut berdarah yang telah disayat oleh pisau, "Menghadapi Batman? Hahaha... Kurasa kalian salah memahami hubungan antar tokoh..."
Secara tiba-tiba dengan gerakan yang tidak biasa, Joker menerkam ke hadapan orang itu, menempelkan hidungnya ke wajah sang anggota senior, lalu tersenyum mengerikan, "Aku hanyalah orang baik yang suka menolong, bagaimana mungkin aku melawan pahlawan besar Kota Gotham, Ksatria Kegelapan Batman! Sebaliknya, kalianlah, kalian para hama masyarakat dan perusak tatanan... Tidakkah kalian merasa bahwa membersihkan kalian adalah tugas utama Batman?"
Terus-menerus disebut sebagai hama masyarakat oleh Joker, anggota senior kelompok kriminal itu langsung merasa murka, "Jangan bermimpi, Joker! Dunia saat ini sudah berbeda dengan masa lalu. Dulu kau bahkan tidak bisa mengatasi seorang Batman saja, dan sekarang ada tambahan Superman serta para Avengers... Mereka juga berada di pihak Batman."
Keberadaan Superman dan para Avengers, meskipun tidak serta-merta membuat hati nurani para penjahat ini tergerak, setidaknya membuat tindakan mereka lebih terkendali dibandingkan sebelumnya. Kecuali dalam keadaan terpaksa, mereka tidak akan mengambil risiko yang membahayakan nyawa.
Bang!
Suara hantaman tongkat baseball terdengar. Harley Quinn mengayunkan tongkat baseball di tangannya dan menghantamkannya tepat ke kepala anggota senior kelompok kriminal tersebut.
Tanpa sempat mengantisipasi, anggota geng itu langsung tersungkur ke lantai. Seluruh orang yang hadir di ruangan itu sontak berdiri dengan tegang, menatap kedua orang gila, Joker dan Harley Quinn, dengan tatapan ngeri.
"Maaf, tanganku tadi tidak sengaja terpeleset, Tuan J, kau tidak akan memarahiku, kan!"
Harley Quinn mengerjap-ngerjapkan matanya, lalu kembali mengayunkan tongkat baseballnya dan memukuli kepala orang itu beberapa kali lagi.
"Sudah, sudah, kurasa sebaiknya kita tidak terlalu emosional... Eh, pria baik mana yang bersedia menyeret orang malang ini keluar."
Pandangan Joker menyapu ke seluruh ruangan, sementara tawanya yang suram menggema di udara, "Aku tahu dunia ini telah berubah, tetapi sejauh yang kutahu, para bajingan dari Aliansi Keadilan itu, sama seperti Batman, hanyalah sekumpulan pengecut... Kalian benar-benar takut pada sekelompok pengecut yang bahkan tidak berani membunuh?"
Prinsip tidak membunuh yang dianut oleh Batman secara tidak langsung justru memicu keberanian Joker. Bagi Joker, ia dapat dengan bebas melakukan tindakan kegilaan apa pun, dan jika gagal, ia hanya akan dikurung kembali di Suaka Arkham.
"Lalu katakan pada kami, apa yang harus kita lakukan?"
Para anggota kelompok kriminal yang tetap tinggal di restoran ini adalah sekumpulan penjahat radikal yang tidak bisa diam. Mereka juga tahu bahwa para pahlawan super seperti Batman tidak membunuh, sehingga hasrat kriminal mereka yang sudah lama terpendam mulai bergejolak.
Jika mereka berhasil melakukan aksi besar ini, mereka akan menjadi sangat kaya raya. Jika gagal, mereka paling-paling hanya dipenjara selama beberapa tahun, dan setelah keluar, mereka bisa kembali mencari kekayaan melalui jalur legal yang tertulis dalam konstitusi.
Bagaimanapun, Kota Gotham tidak pernah kekurangan orang gila dan penjahat.
"Ya! Ya! Pertanyaan inilah yang kutunggu-tunggu. Kita... harus membunuh Batman! Hahaha..."
Joker mengepalkan kedua tangannya erat-erat, lalu berkata dengan penuh semangat kepada semua orang, "Kota Gotham sudah lama disesatkan oleh para pahlawan palsu itu. Hanya dengan membunuh Batman, Kota Gotham bisa dikembalikan ke wujud aslinya, dan kita bisa mengambil kembali Kota Gotham yang seharusnya menjadi milik kita!"
"Bunuh Batman!!" Harley Quinn mengangkat tongkat baseballnya sambil bertepuk tangan gembira.
Joker berdiri di tengah-tengah kerumunan, mengangkat kedua tangannya tinggi-tinggi, "Kita punya dana, kita punya senjata, kita punya pasukan, kita... akan membunuh Batman, lalu menguasai Kota Gotham!"
"Bunuh Batman... kuasai Kota Gotham!" para anggota kelompok kriminal di bawah turut berteriak serempak.
Keesokan harinya, Li Ya duduk di kantornya yang terletak di markas besar pusat Aliansi Keadilan di Bumi.
Kantornya berada di lantai paling atas. Seluruh dinding utara menggunakan kaca satu arah. Sebuah meja kerja cokelat yang luas berdiri di sana, dan di dekat kursi terdapat proyeksi layar cahaya.
Li Ya sedang membaca beberapa dokumen tentang sihir kuno dan ilmu hitam.
Dilihat dari materi yang dikumpulkan oleh Aliansi Keadilan saja, sihir di dunia ini masih sebatas mitos dan legenda.
Bahkan Constantine, di mata orang-orang di dunia ini, hanyalah seorang pemabuk dan penjudi yang gemar berkutat dengan berbagai tipu muslihat klenik.
"Kemunculan terakhir Constantine yang tercatat dalam pandangan peradaban manusia adalah di London, Inggris, dua tahun lalu. Setelah itu, tidak ada satu pun kamera lalu lintas atau pengawas minimarket yang berhasil merekam keberadaannya..."
Li Ya merasa sedikit menyayangkan hal itu. Mengenai urusan sihir dan semacamnya, Constantine adalah seorang ahli. Jika ia dapat menemukan pria ini, Constantine mungkin bisa membantunya memecahkan banyak keraguan.
Pada saat ini, Fio-La datang bersama Kara ke kantor Li Ya.
Sejak markas besar Aliansi Keadilan di Bumi mulai beroperasi, Fio-La dan Kara pindah untuk tinggal di sana. Tempat ini menyediakan area hunian, zona kehidupan yang khusus diperuntukkan bagi para anggota Aliansi Keadilan, serta zona latihan yang dirancang khusus bagi para manusia super.
Perlu diketahui bahwa bahkan fasilitas penjara di sini memiliki standar yang setara dengan hotel bintang tujuh, sehingga kondisi akomodasi dan kehidupan para anggota tentu saja tidak perlu dirgukan lagi.
Kamar Kara dan Fio-La bahkan dilengkapi dengan berbagai teknologi bangsa Krypton, membuat mereka merasa seolah-olah masih berada di planet asal mereka saat tinggal di sini.
"Jenderal Li Ya, Fio-La bilang aku sudah menguasai teknik bertempur infanteri. Bolehkah aku bergabung dengan Aliansi Keadilan?"
Teknik bertempur infanteri yang ia maksud tentu saja adalah ilmu bela diri dasar di dalam militer Krypton. Setiap prajurit Krypton mengawali pelatihan mereka dari teknik bela diri set dasar ini.
Kara berjinjit sambil bersandar di tepi meja kerja. Gadis berusia tiga belas tahun ini tingginya hanya sedikit melebihi separuh tinggi meja tersebut, menatap Li Ya dengan penuh harap, seolah-olah siap menangis jika Li Ya menolak permohonannya.
Melihat ekspresi Kara, Li Ya tidak dapat menahan tawa kecil, lalu melontarkan sebuah kalimat secara spontan, "Langit menutupi harimau bumi, Kara tingginya satu setengah meter."
Kara mendengarkan dengan ekspresi bingung dan polos, lalu mengerucutkan bibirnya sambil memukul meja kerja, membuat seluruh lantai bergetar tipis, "Hei, sebenarnya kau mengizinkannya aku bergabung dengan Aliansi Keadilan atau tidak?"
Zzzzt...
Meja kerja Li Ya retak akibat hantaman tangan Kara. Percikan listrik menyambar beberapa kali, dan proyeksi layar cahaya mulai berkedip kabur sebelum akhirnya menghilang begitu saja.
"Ma... Maafkan aku!" Kara menyadari bahwa dirinya telah berbuat usil, matanya melirik secara diam-diam ke arah Li Ya untuk melihat apakah pria itu akan memarahinya.
"Fio-La, panggil beberapa mesin cerdas ke mari untuk membantuku mengganti meja kerja ini."
Li Ya tentu saja tidak akan memarahi Kara hanya karena masalah sepele seperti ini. Ia bangkit berdiri, berjalan menghampiri Kara, lalu mengusap kepala gadis itu sambil bertanya, "Ingin bergabung dengan Aliansi Keadilan tidak cukup hanya dengan menguasai teknik bertempur infanteri. Kau harus memiliki satu kualitas tertentu."
"Kualitas apa? Kualitas apa?" tanya Kara penuh antusias dengan mata berbinar-binar.