Bab 144: Cih! Pria brengsek yang bau!
"Cih! Keparat bau!"
Wajah Li Ya menjadi gelap saat ia perlahan melayang menuju jendela sebelah. Pemandangan terakhir yang dilihatnya adalah kedua orang itu sudah mulai menanggalkan pakaian.
Hari ini Batman tidak mengenakan baju zirah Krypton yang tebal, melainkan setelan ketat seperti biasanya. Pakaian ini hanya memiliki beberapa bagian yang dilindungi logam, sementara tempat lainnya terbuat dari bahan yang sangat tangguh.
Li Ya memiliki penglihatan tembus pandang, sehingga bahkan ketika ia melayang ke jendela ruangan sebelah, ia bisa menyaksikan langsung pertempuran mendalam untuk membahas misteri kehidupan.
Tampak Batman sedang duduk di atas meja di dalam ruangan. Wanita itu menanggalkan pakaiannya dan menjelma menjadi kesatria kelelawar, merangkul leher pasangannya, naik turun melepaskan diri dalam keliaran.
"Bukan manusia! Wanita itu bukan manusia!"
Dalam pandangan Li Ya, struktur tubuh wanita itu nyaris tidak berbeda dengan manusia, tetapi di balik daging dan darahnya melilit beberapa tanaman merambat seperti tentakel.
Poison Ivy?
Bagaimana bisa Poison Ivy juga bergabung dengan harem Batman?
Tak lama kemudian, pertempuran di dalam ruangan menjadi semakin memuncak. Desahan Poison Ivy terdengar semakin tinggi gelombangnya, dan aroma manis tercium, terhisap masuk ke dalam paru-paru, membuat perut bagian bawah Li Ya merasakan keanehan yang mendadak.
Ternyata itu adalah racun afrodisiak. Li Ya langsung mengerti. Pantas saja sang kelelawar, saat sedang memburu penjahat, masih sempat-sempatnya bertempur sengit di ranjang.
"Cih! Keparat bau!"
Li Ya mengutuk dengan wajah gelap. Tubuh Poison Ivy sangat seksi, dada menonjol dan bokong membusung. Kulit seputih salju miliknya juga dililit oleh beberapa tanaman merambat hijau, serta sepasang mata besar yang menawan tampak begitu memilukan. Bahkan tanpa menggunakan racun afrodisiak, wanita itu sudah mampu memicu sejenis dorongan yang gila.
Hampir satu setengah jam kemudian, pertempuran di dalam ruangan tampaknya mendekati akhir. Seiring napas kedua orang itu yang menjadi sangat berat, sebuah jeritan bagaikan burung kutilang yang memuntahkan darah mengakhiri pertarungan hari itu.
Sesaat kemudian, tubuh molek tanpa benang sehelai pun melompat ke atas jendela. Tepat saat ia hendak melompat turun, tiba-tiba ia menyadari ada seseorang di sampingnya!
"What... the fuck!"
Poison Ivy jelas-kesiap terkejut oleh Li Ya yang melayang di depan jendela sebelah, dan secara tidak sadar melepaskan duri beracun di pergelangan tangannya untuk menyerang Li Ya.
"Um... kalau kubilang aku hanya lewat, apa kau percaya?" Li Ya merasa bersalah tanpa alasan. Dia jelas bukan tipe orang mesum yang mengintip orang lain melakukan hal-hal memalukan.
Suara Batman terdengar dari dalam ruangan. Poison Ivy mendelik tajam ke arah Li Ya, lalu melompat turun.
Setelah mendarat dengan ringan dan berlindung di balik cahaya bulan, ia menghilang di antara tanaman hijau museum.
Sesaat kemudian, Batman yang sudah mengenakan pakaiannya kembali menjulurkan kepalanya keluar jendela, kedua tangannya menumpu di ambang jendela seolah sedang mempertimbangkan apakah ia harus ikut melompat turun.
Jika tidak melompat, Poison Ivy akan kabur.
Jika melompat...
Astaga, kakinya masih lemas sekarang. Poison Ivy benar-benar iblis, iblis yang khusus memeras tenaga pria hingga kering!
Tiba-tiba Batman merasa seolah ada sepasang mata yang menatapnya. Ia mendadak menoleh dan tepat beradu pandang dengan Li Ya.
Keduanya tertegun di tempat pada saat yang sama, seolah-olah terkena kutukan pengendur.
Wajah Batman perlahan menggelap, dan beberapa butir keringat merembes di dahinya. "Begini... Li Ya, apa kau... melihat seorang wanita?"
Li Ya sedikit batuk dan berkata, "Hmm, sekarang dia mengikuti sabuk hijau di North Street Avenue, bersiap melarikan diri ke Central Forest Park. Kalau dia sudah masuk ke dalam hutan, akan sulit dicari."
"Terima kasih..."
Situasi selanjutnya menjadi semakin canggung. Batman memegangi pinggang tuanya, merasa sangat kewalahan. Biasanya bertahan selama empat puluh hingga lima puluh menit saja sudah sangat bagus baginya, tetapi hari ini ia benar-benar diperas oleh iblis wanita itu selama satu setengah jam penuh.
Untuk pertama kalinya dalam hidupnya, ia merasa sudah tua. Mulai sekarang, ia harus makan dua tusuk ginjal domba saat makan malam untuk memulihkan tenaga.
"Atau, kalau kau mau istirahat, aku bantu menangkapnya untukmu?" usul Li Ya melihat Batman sama sekali tidak berniat melanjutkan pengejaran.
Biasanya, untuk urusan menangkap penjahat seperti ini, Batman tidak akan pernah membiarkan orang lain ikut campur, tetapi...
"Baiklah, terima kasih!" Batman berbalik dan bersandar di dinding untuk beristirahat sejenak.
Pinggangnya sangat pegal, kakinya sangat ngilu. Satu setengah jam lamanya!
"Hah, benar-benar tidak punya hati!" Li Ya menggelengkan kepala dan menghela napas. Ia tidak menyangka Bruce ternyata adalah Batman yang seperti ini.
Satu detik sebelumnya baru saja melakukan itu, tetapi detik berikutnya malah ingin menangkap pihak yang bersangkutan.
Inilah yang dinamakan habis manis sepaah dibuang, ya!
Cih! Keparat bau!
Batman di dalam ruangan sepertinya mendengar gumaman Li Ya. Ia menepuk wajahnya sendiri dengan putus asa.
Kenapa tadi dirinya tiba-tiba tidak bisa menahan diri? Kenapa pula kebetulan tertangkap basah oleh orang lain?
Reputasinya hancur di hari tua! Keluh Batman dalam hati.
Karena sudah berjanji kepada Batman untuk menangkap Poison Ivy, Li Ya segera terbang keluar dan dalam sekejap tiba di Central Forest Park.
Ia melayang di langit atas taman hutan, memindai bumi dengan penglihatan tembus pandang.
Di dalam hutan lebat yang berjarak enam ratus meter di depan, tampak sesosok tubuh seksi sedang bergerak.
"Ketemu!"
Di hadapan penglihatan tembus pandang, pepohonan hutan yang tak berujung relatif diam. Segala sesuatu yang bergerak di dalamnya akan menjadi sangat jelas, dan gerakan cepat yang disertai tubuh molek yang seksi tentu saja langsung menarik perhatian Li Ya.
Syuut...
Li Ya terbang langsung menghampiri dan mendarat dari langit untuk menghalangi jalan Poison Ivy.
"Kau... si pengintip mesum!" Poison Ivy langsung memaki begitu melihat Li Ya menghalangi jalannya.
P... pengintip mesum??
Wajah Li Ya dipenuhi garis-garis hitam, terutama karena ia sengaja memasang pose keren yang mendarat dengan dentuman kuat hingga menghancurkan rumput dan pepohonan di sekitarnya. Namun, karena kesalahpahaman dari kesan pertama tadi, betapapun kerennya pose Li Ya ini, di mata Poison Ivy ia tetaplah seorang pengintip mesum yang sesat.
"Kau yang sekujur tubuhnya tidak berani memakai sehelai benang pun, masih punya muka bilang aku pengintip mesum? Kau sendiri si pamer tubuh!" Sepasang mata Li Ya tanpa ragu-ragu menatap menembus tubuh Poison Ivy.
Meskipun dalam ingatan kehidupan masa lalunya Poison Ivy menggunakan tanaman sebagai pakaian untuk menutupi bagian-bagian pentingnya, Poison Ivy di hadapannya ini entah apakah baru saja selesai melakukan pertukaran esensi kehidupan, sehingga ketiga bagian pentingnya sama sekali tidak tertutup. Sepasang puncak kembar yang menjulang naik turun seirama dengan napasnya, dan di bawah perutnya yang rata justru terdapat sebuah hutan hijau mungil.
Dituduh sebagai pamer tubuh oleh Li Ya, Poison Ivy tentu saja tidak terima.
"Ini adalah alam dan insting. Hanya kalian para pria mesum yang berpikir menggunakan tubuh bagian bawah sajalah yang menganggap keindahan sebagai pornografi!" Poison Ivy merentangkan kedua tangannya, dan cambuk tanaman merambat tiba-tiba tumbuh. Dengan lambaian tangannya, cambuk itu melibas ke arah Li Ya.
Li Ya tidak menghindar atau mengelak, lalu berkata dengan wajah serius, "Jangan digeneralisasi begitu, dong. Aku sedari tadi hanya mengagumi alam dan keindahanmu, sama sekali sama sekali tidak ada niat kotor."
Betapapun memikatnya Poison Ivy, cukup dilihat saja. Lagi pula, dia baru saja membahas asal-usul kehidupan secara mendalam dengan Batman, dan Li Ya sama sekali tidak punya selera untuk menjadi korban berikutnya.
Cambuk tanaman itu meliuk bagaikan seekor ular sanca yang menyambar Li Ya. Li Ya mengulurkan tangan untuk menangkapnya, lalu mengerahkan sedikit tenaga.
Sebuah kekuatan besar terpancar dari cambuk tersebut. Tubuh Poison Ivy seolah ditarik oleh kekuatan yang tak tertahankan, tersentak dan tertarik tepat ke hadapan Li Ya.
"Poison Ivy, aku tidak tahu apa dakwaanmu, tapi yang jelas, kau sekarang ditangkap!"