Bab 87 (Bagian Akhir) Hidupku Sepenuhnya Milikmu
Mobil sport berwarna merah menyala itu berhenti di depan gerbang sekolah. Shangguan Ning menopang dagunya dengan tangan, bersandar santai di jendela mobil, lalu tersenyum, “Sampai jumpa, adikku!”
“Kakak senior, apakah kita pernah bertemu sebelumnya? Pertanyaan ini sangat penting bagiku. Mungkin kita memang pernah bertemu, hanya saja kenangan itu telah kita lupakan. Aku punya satu permintaan, semoga kau bisa mengabulkannya.” Sepanjang perjalanan, Xiyu merenung dan akhirnya memutuskan untuk mencoba.
Sorot mata Shangguan Ning berkilauan, ia tersenyum genit, “Kau sedang menggoda kakakmu, ya? Kau telah menyelamatkanku, bahkan nyawaku pun milikmu, permintaan apapun pasti akan kukabulkan.”
“...Kakak senior, aku serius! Aku ingin menggunakan kemampuanku untuk menanyakan hal ini padamu. Kau tahu sendiri, kemampuanku bahkan bisa membangkitkan ingatan yang telah terhapus. Mungkin ingatan yang telah kita lupakan juga bisa dibangunkan.”
Shangguan Ning mengangguk, “Aku setuju, tapi aku punya satu syarat: kau harus membiarkanku melihat apa konsekuensi dari penggunaan kemampuanmu.”
Bisakah Shangguan Ning dipercaya? Meski Xiyu cenderung kaku, ia tetap bisa merasakan ketulusan Shangguan Ning padanya. Namun, apakah semua ini hanya akting? Nalurinya mengatakan bahwa Shangguan Ning tulus, seperti waktu itu saat ia bertanya pada sistem mengenai perasaan gadis itu.
Ia pun memutuskan untuk mempercayai Shangguan Ning. “Baik, tapi kau jangan membocorkan apapun pada siapapun.”
Shangguan Ning dengan semangat mengangguk, “Baik, baik, aku janji semua permintaanmu akan kuturuti. Bagaimana kalau kita cari tempat sepi?”
“Boleh juga.”
Mesin dinyalakan, mobil sport merah itu melaju kencang lalu berhenti di jalanan yang sepi.
“Ayo, mulai sekarang!” Shangguan Ning tampak sangat antusias, penasaran pada harga yang harus dibayar Xiyu atas kemampuannya. Apakah akan seperti salah satu orang yang setiap kali menggunakan kemampuan berbohong, hidungnya jadi panjang?
Xiyu mengangguk.
“Aktifkan sistem.”
“Silakan pilih target!”
“Target terkunci, silakan ajukan pertanyaan!”
Xiyu memandang Shangguan Ning, yang membalas dengan mengedipkan mata nakal.
“Apakah kau pernah bertemu denganku saat kecil?”
Ekspresi bingung muncul di wajah Shangguan Ning, cukup lama sebelum akhirnya ia berkata, “Aku tidak tahu, aku benar-benar tidak ingat!”
Ternyata memang tidak bisa, ya? Hasilnya tetap samar, tidak jelas pernah bertemu, tapi juga tidak jelas tidak pernah bertemu. Apakah ini menandakan bahwa dulu memang mereka pernah memiliki hubungan?
“Silakan pilih: jujur atau tantangan!
Waktu 10 detik, jika melebihi waktu, kemungkinan terkena petir 99,9%.”
Shangguan Ning keluar dari kebingungannya, lalu menatap Xiyu dengan penasaran, “Sudah muncul konsekuensinya?”
“Sebentar lagi.”
“Aku pilih tantangan!” Belakangan pertanyaan dari sistem terasa terlalu jujur, Xiyu sendiri tak ingin mengungkapkan isi hatinya di depan orang lain selain He Chuxia.
“Silakan selesaikan tugas berikut: nyanyikan ‘Bintang Kecil’.
Waktu 200 detik, jika tidak selesai, kemungkinan terkena petir 99%.”
Nyanyi? Aku benar-benar tak bisa! Kenapa sistem ngotot kalau aku bisa?
“Sudah, sudah terjadi?” Shangguan Ning melihat ekspresi Xiyu yang aneh, makin penasaran.
Wajah Xiyu datar, lalu mulai bernyanyi, “Berlian, berlian berkilau, seperti bintang di atas sana, bintang di langit tak bisa diraih, tapi berlian bisa dijual mahal...”
Shangguan Ning tertegun, lalu tertawa terbahak-bahak, “Harga yang harus kau bayar cuma nyanyi?”
“Sisa waktu 192 detik, silakan segera selesaikan tugas, jangan melakukan hal yang tak penting!”
Hal yang tak penting apanya! Bukan lagu ini, kan! Xiyu mengerutkan wajahnya, lalu berkata, “Ayah, kau bisa nyanyi Bintang Kecil? Tidak bisa? Biar aku ajari! Baiklah!...”
Shangguan Ning di sampingnya tertawa sampai hampir tak bisa bernafas, “Pantas saja kau begitu rahasia, tak mau dilihat orang lain! Hahaha! Aku benar-benar tak tahan!”
“Sisa waktu 175 detik, silakan segera selesaikan tugas, jangan melakukan hal yang tak penting!”
Wajah Xiyu semakin gelap, aku sudah bilang aku tak bisa! “Kelap-kelip bintang kecil...” Sistem tiba-tiba memberikan petunjuk.
Astaga! Itu lagunya! Kenapa aku bisa lupa?
Xiyu lalu mulai bernyanyi dengan serius. Seorang sosiolog terkenal pernah berkata, selama kau tidak merasa canggung, maka yang canggung adalah orang lain.
“Kelap-kelip bintang kecil, apakah gerangan pesonamu, jauh melayang di balik awan, laksana berlian di malam kelam...”
Shangguan Ning tertawa sampai terengah-engah, “Belum selesai juga? Berapa lama kau mau nyanyi? Sebentar lagi kau bakal berubah dari om-om jadi bocah kecil!”
“Kelap-kelip bintang kecil, apakah gerangan pesonamu, mentari membara semesta tenang, senja menghilang galaksi terang, gemintang riang menghias malam, kelap-kelip tak pernah padam...”
Namun lama-lama, tawa Shangguan Ning pun mereda. Ia mulai terdiam, memandang Xiyu yang tanpa ekspresi menyanyikan lagu yang lembut ini.
“Kelap-kelip bintang kecil, apakah gerangan pesonamu, perantau singgah di malam sunyi, cahaya lembut menemaninya, jalan panjang malam kemana harus menuju, tanpa bintang terang membimbing...”
Entah mengapa, suara aneh Xiyu ini justru menyentuh hati Shangguan Ning. Ia pun mulai ikut bernyanyi dengan lembut.
“Kelap-kelip bintang kecil, apakah gerangan pesonamu, bayangmu di langit biru gelap, sering mengintip tirai jendelaku, tak pernah terpejam matamu, hingga mentari bersinar terang, kelap-kelip bintang kecil, apakah gerangan pesonamu, karena cahayamu yang cerdas dan lembut, menerangi langkah perantau malam ini, aku pun tetap tak tahu siapakah dirimu...”
Setelah lagu usai, keduanya terdiam.
Lama sekali kemudian, Xiyu berkata, “Jangan bilang siapa-siapa!”
Shangguan Ning tak tahan, kembali terkekeh, lalu berkata sambil tertawa, “Tenang saja, aku benar-benar tak akan bilang siapa-siapa! Suaramu lumayan juga kok! Hahaha, sekarang aku punya rahasiamu! Lain kali kalau mau dengar lagu, tinggal suruh kau nyanyi, kalau tidak, awas saja!”
Wajah Xiyu makin gelap. Hari ini benar-benar sial, tak mendapat jawaban apapun, malah jadi malu di depan orang.
Shangguan Ning akhirnya berhasil menahan tawanya, “Sudahlah, aku cuma bercanda. Aku tak akan bilang ke siapa-siapa, ini rahasia kita. Setiap kali kau pakai kemampuanmu, apa selalu harus nyanyi? Kalau tak nyanyi bakal kena petir?”
“Tidak selalu harus nyanyi.”
“Aneh sekali kemampuanmu!”
“Bukankah keberadaan manusia di dunia saja sudah aneh?”
“Kalau kau bilang begitu, memang agak aneh juga!”
“Perhitungan hadiah...”
“Mendapat 200 poin.”
Begitu susah payah, cuma dapat segitu? Ia jadi ingat, dulu waktu awal-awal sistem bahkan tak memberinya satu poin pun.
“Ayo, kakak antar kau pulang!”
Shangguan Ning kembali mengantar Xiyu sampai ke gerbang sekolah.
“Kali ini benar-benar sampai jumpa!” Shangguan Ning teringat kejadian barusan, kembali tertawa geli.
“Sampai jumpa!”
Xiyu turun dari mobil, tapi ragu-ragu, ia pun berhenti sejenak.
“Kenapa? Tak rela berpisah dengan kakak? Mau ikut pulang ke rumah kakak?” Shangguan Ning menatapnya penuh selidik.
“Itu... kakak senior, sungguh jangan sampai bilang ke orang lain!” Xiyu tidak menggubris godaan Shangguan Ning.
“Hahaha, cepat panggil aku kakak! Kakak janji tak akan bilang siapa-siapa!”
“Kak Ning, tolong benar-benar jangan bilang ke siapa-siapa!” Sudahlah, toh sudah malu-maluin juga.
“Hehe, manis sekali panggilannya! Santai saja, ini rahasia kita. Aku tak akan bilang ke siapa-siapa. Selamat tinggal, adik baik!”
“...Sampai jumpa!”