Bab 57: Perebutan Jatah
Setelah hasil ujian masuk perguruan tinggi keluar, mereka semua resmi menerima surat penerimaan dari Akademi Kekuatan Super, selanjutnya tinggal menunggu dua bulan lagi sebelum tahun ajaran baru dimulai.
Xiyu, He Chuxia, Lu Li, dan Lan Xiaoying masing-masing berlatih dengan tekun karena alasan yang berbeda-beda, dan Xiyu serta He Chuxia pun kini hanya bertemu sekali sehari. Xiyu menyadari bahwa dua kali pertempurannya melawan orang yang telah mencapai tingkat kebangkitan kelas B sangat membantu dalam latihan penguatan tubuhnya. Entah karena penggunaan teknik kilatnya atau kemampuan regenerasi tubuhnya sendiri, ia merasa sudah hampir menembus batas. Namun, ia juga menghadapi masalah lain: jurus penguatan tubuh Naga Gajah hanya bisa dilatih hingga tingkat B. Awalnya, ia berniat untuk mencapai tingkat B terlebih dahulu, baru memikirkan latihan selanjutnya, tetapi ternyata ia berkembang jauh lebih cepat dari dugaan sehingga harus memikirkan langkah berikutnya lebih awal.
He Chuxia adalah tipe jenius langka yang kemajuan latihan energinya bahkan melebihi penguatan tubuh. Xiyu pun memberikan Pil Pasir Roh Tanah dari Li Qiyun kepadanya. Setelah benar-benar berlatih dengan serius, kemajuannya pun sangat pesat.
Lu Li berlatih dengan giat di luar dugaan. Awalnya, ia sering datang kepada Xiyu untuk bertanya soal pengalaman berlatih, terutama tentang latihan ganda, ia bertanya puluhan kali. Belakangan, ia akhirnya menyadari bahwa metode pelatihan Xiyu yang penuh keajaiban sama sekali tidak cocok untuk orang lain, sehingga ia pun memberanikan diri meminta petunjuk dari Tian Xiangrong. Mungkin karena Murong Xiaozhi, Tian Xiangrong pun dengan murah hati membagikan pengalamannya kepada Lu Li. Akhirnya, sebelum tahun ajaran baru dimulai, Lu Li berhasil menembus tingkat E.
Lan Xiaoying, selain sesekali mencari He Chuxia, jarang terlihat. Perkembangannya justru yang paling mencolok, dalam waktu dua bulan saja sudah mencapai puncak tingkat D. Tak seorang pun dari mereka tahu bahwa ada seorang guru yang membimbingnya secara khusus.
Waktu berlalu, dan tahun ajaran baru sudah di depan mata. Mungkin karena putri mereka akan pergi ke kota lain dan tak bisa lagi menemani, ayah dan ibu He akhirnya sepenuhnya merestui hubungan keduanya. Bagi mereka, setidaknya Xiyu adalah sosok yang sudah mereka kenal luar dalam, dan mereka pun lebih tenang karena He Chuxia ada yang menjaga di luar sana.
Semua orang menantikan semester baru, babak baru dalam kehidupan mereka. Bahkan Xiyu pun tak bisa menahan semangatnya; mungkin ia benar-benar bisa menjadi salah satu kebangkitan super S yang paling langka sepanjang sejarah.
Sementara itu, di ruang rapat besar Akademi Kekuatan Super Kota Yingbei, lebih dari lima puluh guru sedang berdebat sengit.
“Murong Xiaozhi, jangan terlalu keterlaluan! Semua murid terbaik kamu pilih, lalu apa yang tersisa untuk kami ajar?” seru seorang pria berusia sekitar tiga puluh atau empat puluh tahun dengan wajah memerah karena marah.
Murong Xiaozhi menanggapinya dengan tenang, “Cui Zeguo, sejak awal pilihan utama mereka memang aku, sesuai aturan aku berhak memilih terlebih dahulu. Lagi pula, demi mempertimbangkan kalian, aku bahkan memilih satu yang bakatnya tidak jelas dan satu yang hanya tingkat satu.”
Cui Zeguo membalas dengan gusar, “Tahun ini ada tujuh orang dengan bakat tingkat S, dan kamu ambil enam di antaranya! Yang tidak jelas itu juga cuma tingkat F, kau kira kami bodoh?”
Murong Xiaozhi terkekeh dingin, “Jadi kamu iri dengan bakat S? Tahun lalu dua murid tingkat S masuk ke kelasmu, kenapa kamu diam saja?”
“Itu beda! Dua murid S yang aku bimbing ditemani beberapa murid kelas bawah. Tapi kamu, satu kelas terkuat, enam S, dua A, satu tingkat satu? Kalau begitu, lomba antar kelas tahun ini tidak usah diadakan!”
“Lalu maumu apa? Mau merampas langsung?”
“Guru Murong, tahun ini kamu memang terlalu berlebihan, bahkan kami ini tak kebagian satu pun tingkat A!”
“Benar, setiap tahun memang wajar ada perbedaan kekuatan antar kelas, tapi masa harus beda sejauh galaksi?”
“Guru Murong, tahun ini jarang-jarang muncul beberapa murid berkualitas S, tidak pantas semuanya terkonsentrasi di kelasmu!”
Para guru pun ribut bersahut-sahutan.
Murong Xiaozhi mengerutkan alis, lalu berdiri dan berkata, “Aku memilih sesuai aturan. Kalau tidak puas, ayo bertarung! Siapa yang bisa mengalahkanku, aku akan serahkan satu murid S kepadanya.”
“Kamu…” Cui Zeguo sampai melotot menahan marah, tapi tak berdaya. Tahun lalu ia masih bisa sedikit menekan Murong Xiaozhi, tapi tahun ini ia jelas bukan lawan Murong Xiaozhi lagi.
“Guru Murong, jangan emosi. Menurutku kamu benar, memang selalu ada saja orang yang iri pada yang lain!” seloroh seorang guru wanita berusia tiga puluhan dengan tubuh aduhai dan aura dewasa. Meski penampilannya tidak secerah Murong Xiaozhi, ia punya daya tarik tersendiri.
“Bu Lin, enak saja bicara karena bukan kelasmu yang dirugikan! Semua orang tahu satu-satunya S yang tidak dipilih Guru Murong jatuh ke tanganmu.”
“Kenapa? Kalian juga mau memaksa aku menyerahkan satu?”
“Bukan begitu maksudnya! Tapi tidak boleh semua murid tingkat S terkumpul di satu kelas.”
Pokoknya, entah dapat atau tidak, mereka tidak mau semua murid S terkonsentrasi dalam satu kelas.
Murong Xiaozhi tetap bersikap menantang dan tidak menggubris permintaan para guru lain.
“Kalian ini guru, masa berperilaku seperti ini!” tegur seorang pria setengah baya berwajah serius yang baru saja masuk ke ruangan.
“Direktur Jiang!”
Semua orang pun diam.
“Aku sudah tahu permasalahannya. Sebenarnya, Guru Murong memang tidak salah. Tapi situasi seperti ini tidak menguntungkan bagi perkembangan sekolah. Aku harap Guru Murong mau mengalah demi kepentingan bersama dan melepas beberapa murid.”
Murong Xiaozhi menanggapi dengan tidak senang, “Direktur Jiang, aturan ini kalian yang buat. Sekarang tiba-tiba bisa diubah seenaknya, lalu buat apa ada aturan?”
Jiang Changrui menatap Murong Xiaozhi tajam, “Aturan itu mati, manusia hidup. Semua demi kemajuan sekolah. Kalau kamu tidak terima, bicarakan langsung ke kepala sekolah.”
Murong Xiaozhi mendengus, “Baik, aku akan tanyakan!”
Jiang Changrui sampai dibuat naik darah, tak menyangka Murong Xiaozhi benar-benar tidak memberinya muka.
Murong Xiaozhi langsung menghubungi Li Qiyun lewat telepon.
Setelah mendengar penjelasan Murong Xiaozhi, Li Qiyun berbisik, “Xiaozhi, bagaimana kalau kamu relakan satu dua kursi saja. Kamu tahu sendiri, para senior itu sulit dihadapi. Jangan bikin aku juga kerepotan.”
“Kepala sekolah, aku pakai speakerphone,” kata Murong Xiaozhi sambil ingin menutupi wajahnya.
“Tuut... tuut...”
Sambungan sudah terputus.
Wajah Jiang Changrui menjadi gelap, tak berkata sepatah pun.
Murong Xiaozhi berdehem dua kali, “Karena kepala sekolah sudah bilang begitu, aku lepaskan dua kursi.”
“Hanya dua?”
“Itu kata kepala sekolah, mau ya syukur!”
“……”
Dengan enggan, Murong Xiaozhi berkata, “Liu Junhao dan Shui Qinglan kursinya aku serahkan.”
“Murong Xiaozhi, yang kamu lepas semua berdaya tempur F, yang D kamu tahan semua di kelasmu!”
“Sudah dapat murid S masih protes, mau ya syukur!”
“Kamu!”
Akhirnya, murid-murid yang terdaftar di kelas Murong Xiaozhi adalah:
Xiyu, tingkat tempur tidak diketahui, bakat tidak jelas;
He Chuxia, tingkat tempur D, bakat S;
Le Yao, tingkat tempur D, bakat S;
Lan Xiaoying, tingkat tempur E (sekarang sudah D), bakat S;
Qi Ziyan, tingkat tempur F, bakat A;
Wang Bo, tingkat tempur F, bakat A;
Lü Xuehai, tingkat tempur F, bakat A;
Miao Tianfang, tingkat tempur F, bakat A;
Zhang Xiaobin, belum punya tingkat tempur, bakat A;
Lu Li, tingkat tempur F (sekarang sudah E), bakat tidak jelas.
Bisa dibilang, inilah kelas terkuat sepanjang sejarah.