Bab Tiga Puluh Tiga: Biro Keamanan Nasional
Kini hanya tersisa Su Jue dan He Ya.
Setelah emosi He Ya sedikit tenang, Su Jue menatapnya, "Apakah kamu memercayai ucapannya?"
He Ya menggelengkan kepala dengan lemas, "Sistem itu terdengar sangat konyol, tetapi aku tetap tidak habis pikir mengapa dia sampai tega mencelakaiku."
Su Jue menjelaskan, "Penggunaan obat-obatan psikotropika memang dapat menyebabkan gangguan mental, membuat seseorang sulit membedakan antara khayalan dan kenyataan."
He Ya menunduk, tampak sangat terpukul dan tak berdaya, "Dia baru kembali bulan lalu, dan kami sudah tidak bertemu selama setahun."
Su Jue terkekeh, "Bagaimana jika sistem yang dia bicarakan itu benar-benar ada?"
He Ya terdiam sejenak sebelum menjawab, "Hal semacam itu hanya ada di dalam novel, bagaimana mungkin nyata di dunia ini?"
"Teknologi berkembang pesat, siapa yang bisa memastikannya?" Su Jue tersenyum tipis dengan tatapan penuh arti, "Jika sistem seperti itu benar-benar ada, maka posisimu saat ini sangat berbahaya."
He Ya adalah orang yang cerdas, ia seketika menyadari bahwa Su Jue sedang memperingatkannya bahwa mungkin akan ada orang lain yang akan mengincarnya di masa depan.
Namun, mengapa? Siapa yang mau bersusah payah melakukan hal sejauh itu padanya?
Su Jue menepuk bahunya, lalu bertanya, "Apakah kamu ingin masuk Universitas Jing lebih awal?"
He Ya tersentak dan mendongak, matanya penuh ketidakpercayaan, "Bu Guru Su?"
Su Jue menjelaskan, "Kamu sudah mendapatkan tiket masuk jalur prestasi, jadi ini hanya soal masuk kuliah setahun lebih awal."
"Status kemahasiswaanmu baru akan diproses saat angkatan berikutnya naik tingkat. Saat itu terjadi, kamu tinggal melompat kelas, jadi tidak perlu khawatir merebut jatah orang lain."
"Jika kamu tertarik, hubungi aku."
Pemikiran Su Jue sangat sederhana; Beijing adalah wilayah kekuasaannya. Jika di kemudian hari ada pengguna sistem lain yang mencoba mencelakai He Ya, dia bisa lebih waspada sejak dini.
Sekaligus, dia juga ingin meneliti dari mana benda itu berasal, apalagi sosok di balik layar itu tampak mengetahui terlalu banyak hal.
Apakah dia seorang yang terlahir kembali, atau penjelajah waktu lainnya?
Orang pertama yang dicurigai Su Jue adalah Cheng Jinyu, karena dia adalah satu-satunya orang yang diketahui Su Jue memiliki sistem.
Mengenai klaim bahwa sistemnya telah pergi? Itu hanyalah ucapan yang tidak bisa dibuktikan kebenarannya.
Tawaran yang diberikan Su Jue sangat menggiurkan.
Jika He Ya bisa masuk universitas setahun lebih cepat, dia bisa mulai bekerja dan mencari uang lebih awal.
Biaya di Universitas Jing tidaklah tinggi, mengingat itu adalah perguruan tinggi papan atas di Tiongkok. Saat dia dinyatakan lolos jalur prestasi, pihak universitas yang mengetahui kondisi ekonominya yang sulit bahkan telah menjanjikan pembebasan biaya kuliah.
Belum lagi, setelah menerima surat penerimaan, pihak sekolah maupun pemerintah daerah biasanya akan memberikan sejumlah beasiswa.
"Aku perlu mendiskusikan hal ini dengan orang tuaku," ujar He Ya, wajahnya yang muram kini tampak lebih cerah. "Aku akan segera memberikan jawaban kepada Anda."
Su Jue mengingatkan, "Masalah mengenai paman jauhmu itu tidak perlu diketahui orang lain. Untuk saat ini, jangan sampai berita ini tersebar."
Ekspresi He Ya membeku sesaat, ia menatap Su Jue dengan penuh curiga, "Bu Guru Su, sebenarnya siapa Anda?"
Sikap waspadanya membuat Su Jue merasa puas; dia memang layak disebut sebagai "Cahaya Kiamat" oleh sistem tersebut.
Su Jue memberikan identitas yang mudah dipahami olehnya, "Aku adalah anggota Biro Keamanan Nasional."
Beberapa generasi awal keluarga Su berkecimpung di dunia politik, baru pada beberapa generasi terakhir mereka beralih ke dunia bisnis.
Pewaris keluarga Su dari setiap generasi selalu masuk ke dalam sistem pemerintahan untuk menempa diri.
Sambil berkata demikian, dia mengeluarkan ponselnya dan menunjukkan kartu identitasnya.
"Aku tidak bisa menjelaskan lebih detail untuk saat ini, tapi kamu akan memahaminya nanti."
Mendengar kata Biro Keamanan Nasional, He Ya merasa benar-benar tenang.